Diduga Pecat Kadus, Kades Darek Didemo Warga

Warga Desa Darek mendatangi kantor desa menuntut kejelasan soal isu pemecatan kadus, Senin, 4 Maret 2019 kemarin. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Kepala Desa (Kades) Darek Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah (Loteng), Senin, 4 Maret 2019 kemarin, didemo warganya sendiri. Dia diduga memecat salah satu kepala dusun (kadus) secara sepihak. Warga pun meminta kades menganulir keputusan tersebut dan tetap menunjuk pejabat lama.

Warga datang sekitar pukul 09.00 wita. Tanpa menunggu lama, warga langsung diterima Kades Darek, Ismail Sahabudin, didamping Sekdes serta Ketua BPD setempat. Pada kesempatan tersebut, Kades Darek dengan tegas membantah telah memecat Kadus Bale Buwuh sebagaimana yang dituduhkan warga.

Memang saat ini Surat Keputusan (SK) pemberhentikan Kadus Bale Buwuh, Imin, tengah diproses. Namun pemberhentian kadus tersebut bukan atas keinginan darinya. Tetapi berdasarkan usulan masyarakat sesuai hasil musyawarah dusun. “Jadi saya tidak pernah memecat perangkat desa (kadus). Tapi masyarakat yang mengusulkan untuk diganti,” terangnya.

Baca juga:  Menengok Hijaunya Lapangan Bola di Desa Lanta, Kabupaten Bima

Seandainya tidak ada usulan dari masyarakat, Kadus Bale Buwuh tidak akan diganti. Tetapi karena ada usulan dari masyarakat, maka tidak ada alasan bagi pihak untuk tidak menjalankan aspirasi masyarakat. Justru pemerintah desa yang akan disalahkan kalau tidak menjalankan aspirasi masyarakat tersebut.

Ia menjelaskan, begitu ada usulan pergantian kadus oleh masyarakat, dirinya sudah sempat memanggil kadus bersangkutan. Saat itu, Kadus Bale Buwuh diberikan dua pilihan terkait usulan tersebut, apakah akan membuat surat pengunduran diri ataukan dibuatkan SK pemberhentian. Dan, kadus bersangkutan memilih untuk berhentikan.

Usulan pemberhentian pun sudah dikonsultasikan Camat Praya Barat. Tapi sampai sepekan tidak ada rekomendasi dari Camat. Sehingga sesuai aturan, Camat dianggap setuju usulan tersebut. “Semua mekanisme dan aturan sudah kita jalankan. Dan, perlu saya tegaskan kembali kalau Kadus Bale Buwuh tidak dipecat. Tapi diganti sesuai usulan dari masyarakat,” timpal Ismaill.

Baca juga:  Terungkap, Mantan Kades Ini Beli Moge Pakai Dana Desa

Ditempat yang sama, Koordinasi aksi L. Irawandar, S.P., menegaskan kalau tidak pernah ada musyawarah dusun. Memang sempat ada musyawarah tapi tidak dihadiri semua perwakilan masyarakat. Hanya beberapa perwakilan saja. Untuk itu, pihaknya mendesak SK pemberhentian kadus di tunda sementara waktu. Sampai masyarakat menggelar musyawarah kembali.

“Kalau memang proses harus tetap berjalan, maka kami minta digelar musyawarah kembali. Dengan menghadirkan semua perwakilan masyarakat,” timpalnya. Hal senada disampaikan perwakilan masyarakat, Amaq Linda. Menurutnya, pihaknya tidak terima pemberhentian tersebut karena usulan tersebut bukanlah hasil kesepakatan semua masyarakat. Tapi usulan pihaknya saja. Jadi akan sangat arif kalau kades mempertimbangkan usulan pergantian kadus tersebut. “Prinsipnya kami hanya menjalankan usulan masyarakat. Soal apakah itu mewakili semua perwakilan masyarakat, yang jelas itu hasil musyawarah dusun,” tambah Ismail. (kir)