Berkas Kasus Korupsi Kebun Kopi Tambora Lengkap Tersangka Mantan Kadisbun Bima Segera Diadili

Wayan Suryawan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Berkas tersangka korupsi pengelolaan kebun kopi Tambora, Kabupaten Bima, Heru Priyanto sudah dinyatakan lengkap. Mantan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bima ini akan menyusul dua mantan anak buahnya menghadapi persidangan kasus korupsi. Hal itu diungkapkan Kasi Pidsus Kejari Bima, Wayan Suryawan ditemui di Mataram, Kamis (7/2) usai pencanangan WBK/WBBM di Kejati NTB.

“Berkasnya sudah P-21, sudah lengkap,” ujarnya. Saat ini, sambung dia, jaksa penuntut umum sedang menyusun rencana tuntutan serta berkas dakwaan untuk diajukan ke Pengadilan Tipikor. “Setelah ini akan limpahkan tahap dua lalu kita ajukan ke Pengadilan,” kata Suryawan.

Tersangka Heru diusut berdasarkan fakta sidang yang terungkap dari persidangan dua pelaku lainnya yang kini sudah menjadi terpidana. Yakni penjaga kebun Suparno dan mantan Kabid Perkebunan pada Dinas Perkebunan Kabupaten bima, H. Syafruddin Idris. “Dari tingkat penyidikan tersangka (Heru) tidak ditahan. Nanti kita panggil yang bersangkutan untuk pelimpahan,” pungkasnya.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram, Suparno dihukum majelis hakim dengan penjara 2 tahun 10 bulan, denda Rp50 juta subsidair 2 bulan kurungan, dan kewajiban membayar pengganti kerugian negara sebesar Rp86,9 juta. Sementara Idris dihukum penjara 1 tahun 7 bulan, denda Rp50 juta subsidair 2 bulan, serta pembayaran uang pengganti kerugian negara sebesar Rp31,9 juta.

Mereka terbukti melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI No 20/2001 Tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP juncto Pasal 64 KUHP. Dua terpidana itu nyaring menyebut Heru turut serta menikmati uang hasil korupsi. Modusnya dengan meminjam dana proyek sebesar Rp40 juta. Sehingga total kerugian negara kasus tersebut mencapai Rp218 juta. Proyek pengelolaan kebun kopi di Kecamatan Tambora menelan anggaran Rp378 juta dari APBD Kabupaten Bima tahun 2005. (why)