GNE Serahkan Dokumen Audit ke Inspektorat

Ilustrasi audit (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Semua dokumen yang terkait dugaan kebocoran anggaran PT. GNE diserahkan  ke Inspektorat Provinsi NTB.  Salah satu dokumen penting yang sudah diserahkan, terkait hasil audit Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang berisi temuan senilai Rp3,1 miliar.

‘’Data data yang diminta Inspektorat,  termasuk audit SPI sudah kita serahkan,’’ kata Direktur Operasional PT.GNE , Ahmad Jaelani  AP kepada Suara NTB,  Kamis, 31 Januari 2019.

Penyerahan dokumen itu sesuai permintaan Irbansus Inspektorat, bidang yang sedang bekerja melakukan audit. Di mana tercatat dalam temuan SPI,  ada temuan pengelolaan keuangan yang diduga bermasalah tahun 2014, 2015, 2016 dan 2017.

Tidak saja dokumen SPI, beberapa data penting lain yang tidak bisa disebutnya,  sudah diserahkan secara  bertahap sesuai dengan permintaan.  Gambaran umumnya, terkait dokumen piutang mengendap dan terkait pertanggungjawaban penggunaan uang sesuai hasil pemeriksaan internal SPI.

‘’Intinya kami kooperatif dengan proses yang berlangsung di Inspektorat. Apa kebutuhan mereka, kita penuhi.  Ini demi kelancaran proses audit investigasi, sesuai permintaan Pak Dirut,’’ jelasnya.

Tidak saja proses, soal hasil pun diserahkan  ke Inspektorat untuk tindak lanjut. ‘’Apapun hasilnya, kami menunggu,’’ pungkasnya.

Terpisah Inspektur pada Inspektorat NTB Ibnu Salim, SH., M. Si dalam penjelasan singkatnya Kamis kemarin memastikan penanganan laporan itu sedang berlangsung. ‘’Belum, masih kerja,’’ jawabnya.

Dokumen SPI yang diserahkan ke Inspektorat sebelumnya rinci memuat soal nilai dugaan kebocoran keuangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini, mencapai Rp 3,1 miliar. Nilai ini diduga merupakan akumulasi dari  penggunaan anggaran  dari tahun 2014 – 2017.

Dugaan kebocoran keuangan itu  akibat kegiatan yang tidak produktif  yang membebani keuangan PT.GNE. Akibat kegiatan yang tidak produktif mengakibatkan PT.GNE merugi.

Informasi yang diperoleh Suara NTB , sesuai hasil kesepakatan internal,  akhirnya Direktur Utama (Dirut) PT. GNE meminta Inspektorat  NTB untuk melakukan audit investigasi atas temuan itu. (ars)