Polisi Dalami Kasus Dugaan Pembakaran Rumah Direktur Walhi NTB

Kasat Reskrim Polres Loteng, Rafles Girsang (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Kasus dugaan pembakaran rumah Direktur Walhi NTB, Murdhani, di Desa Menemeng Kecamatan Pringgarata, masih terus didalami jajaran Polres Lombok Tengah (Loteng). Sejumlah alat bukti sudah diamankan dari lokasi kejadian. Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, SIK, kepada wartawan, Selasa, 29 Januari 2019.

Meski sudah mengumpulkan alat bukti dan melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara), namun sampai sejauh ini pihak kepolisian masih belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran tersebut. Apakah ada unsur kesengajaan atau ada unsur tindak pidana dalam kasus itu. “Kan semua kemungkinan masih bisa terjadi,” tegasnya.

Rafles mengaku, pihaknya kemungkinan bakal butuh waktu cukup panjang dalam mengungkap kasus tersebut. Mengingat minimnya saksi  serta alat bukti pendukung. Mengingat, kejadian berlangsung pada dini hari. Dan, pada saat kejadian lokasi kejadian sedang sepi.

Baca juga:  Majelis TPTGR Panggil Penunggak Kerugian Negara

“Untuk saksi saja kita baru memeriksa tiga orang. Pemilik rumah, korban serta warga sekitar,” jelasnya. Dari keterangan para saksi, sementara belum ada yang menjurus kepada pelaku. Sehingga pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan awal terkait kasus tersebut. Namun yang pasti, pihaknya akan terus berupaya mengungkap kasus tersebut.

Ditanya soal adanya dugaan teror dalam kasus itu, Rafles mengaku belum bisa mengarah ke sana. Karena saat diperiksa, korban juga tidak mengungkap hal itu. “Saat dimintai keterangan, korban tidak mengungkap adanya upaya teror. Tapi itu juga akan coba ditelurusi,” tambahnya.

Sebelumnya, pada Senin (28/1) dini hari kemarin, sekitar pukul 03.00 wita, rumah Direktur Walhi NTB diduga terbakar. Ada empat titik api dalam kasus itu. Yakni di mobil avanza, truk, bangku serta pintu rumah korban. Dalam kejadian itu, Direktur Walhi NTB, Murdhani bersama keluarga berhasil selamat.

Baca juga:  Jaksa Klarifikasi Kakanwil Kemenag NTB

Pada saat dilakukan oleh TKP, polisi menemukan kecurigaan kalau kejadian itu disengaja. Pasalnya, di masing-masing titik api ditemukan sisa bahan bakar minyak jenis premiun. “Saat polisi melakukan olah TKP saya ikut langsung, dan ditemukan ada sisa bahan bakar di lokasi kejadian,” terang Sekretaris Desa Menemeng, Supyandi.

Terhadap kasus tersebut, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian. Dan, berharap kasusnya bisa segera terungkap. Pelakunya pun jika memang ada bisa segera ditangkap. (kir)