Rumah Direktur Walhi NTB Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Mobil milik Direktur Walhi NTB Murdani yang diduga dibakar orang tak dikenal Senin dinihari. Polisi masih menyelidiki pelaku dan motif pembakaran. (Suara NTB/ist)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Rumah Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi)  NTB, Murdani dibakar orang tak dikenal,  Senin, 28 Januari 2019 dinihari. Mobil dan sebagian rumah korban di Dusun Gundul, Desa Menemeng, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah hangus. Untungnya korban dan keluarganya selamat. Kasus ini masih diselidiki polisi.

Murdani dihubungi Suara NTB petang kemarin menduga, pembakaran rumahnya dikaitkan dengan aktivitasnya bersama  Walhi NTB yang terus mengkritisi aktivitas pertambangan di Provinsi NTB.

‘’Saya menduga, dilakukan oleh oknum pengusaha tambang yang bermasalah dan selama ini saya kritisi bersama lembaga,’’ katanya. Dugaannya itu semakin diperkuat karena sebelumnya sudah diawali ancaman ancaman diarahkan kepadanya.

Kronologi kejadiannya, sekitar pukul 03.00 dini hari , Murdani dan istrinya tertidur lelap di lantai dua rumahnya.  Tiba-tiba terbangun melihat ada kobaran api dari garasi rumah.

Melihat api berkobar, Murdani bergegas menyelamatkan diri menuju lantai satu rumahnya. Namun begitu turun dari tangga rumahnya, terlihat juga kobaran api di pintu depan dan pintu dapur sehingga menghalangi Murdani untuk keluar ke pintu utama.

Dalam situasi panik, Murdani  menggendong anaknya Nadini (4) berusaha menyelamatkan diri melalui pintu kios depan yang terhubung langsung jalan raya.

Begitu menyelamatkan anak dan istrinya, kobaran api sudah masuk dalam rumah.  Akhirnya jalan satu satunya  evakuasi melalui  atap depan rumah.  Murdani dan semua keluarganya berhasil keluar dari rumah dengan selamat.

Diceritakan Murdani, saat bersamaan, terlihat kobaran api yang semakin besar ada di empat titik. Titik pertama ada di bagian depan mobil Avanza,  titik kedua ada di depan pintu utama, titik ketiga ada di pintu dapur dan titik ke empat ada di bagian depan dump truck  yang berjarak sekitar 7 meter dari mobil Avanza.

Sekitar  pukul 03.15 Wita, Masyarakat sekitar berdatangan ke rumah korban membantu memadamkan api. Api baru bisa di padamkan sekitar pukul 04.00 Wita.

Aparat keamanan dari Kepolisian Sektor Pringgarata yang tiba di lokasi kejadian langsung mengosongkan lokasi dan memasang police line. Pukul 06.00 Wita aparat Kepolisian dari Resort Lombok Tengah tiba di lokasi dan langsung melakukan olah TKP.

‘’Kami langsung olah TKP tadi pagi,’’ kata Kasat Reskrim Polres Loteng,  AKP Rafles Girsang kepada Suara NTB petang kemarin.

Polisi membawa bukti awal yang ditemukan di lokasi kejadian,  berupa 1 buah botol plastik yang berisikan bensin, I buah sisa kantong plastik berisikan bensin, 1 buah topi yang digunakan untuk menutup  kamera CCTV, sisa bantal yang terbakar di bawah mobil Avanza dan sisa sepatu yang terbakar di depan pintu utama rumah.

Pukul 14.00 Wita Murdani dimintai keterangan penyidik Polsek Pringgarata untuk melengkapi BAP kejadian tersebut.

Menurut Kasat Reskrim, belum bisa disimpulkan motif kejadian.  Dugaan korban terkait aktivitas mengkritisi tambang ilegal juga belum bisa dijadikan rujukan mengidentifikasi pelaku. ‘’Masih dalam pemeriksaan Polres dan Polsek. Jadi belum bisa kami berkesimpulan,’’ ujarnya.

Barang bukti yang diambil dari TKP dan keterangan saksi akan dipadukan  untuk identifikasi pelaku dan motif aksi pembakaran.

Pengurus Walhi NTB Amri Nuryadi  mengecam  intimidasi aktivis lingkungan hidup, sebagaimana dialami Murdani. Memprihatinkan karena intimidasi dilakukan dengan cara pembakaran rumah korban.

Kejadian tersebut terjadi di tengah komitmen negara untuk melindungi, menghormati dan memenuhi HAM sesuai UU 32 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan Undang-undang 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

‘’Kami mengecam kejadian tersebut. Bayangkan, UU HAM dan UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menjamin HAM setiap warga negara, termasuk aktivis lingkungan hidup. Tetapi masih juga terjadi intimidasi terhadap aktivis lingkungan, apakah negara serius menghormati, melindungi dan memenuhi HAM setiap warga negaranya,’’ sesalnya.

Ia mendesak agar pelaku kejadian tersebut segera diungkap polisi. ‘’Kepolisian harus segera mengungkap pelaku pembakaran tersebut. Jika pelakunya tidak sampai terungkap, maka negara tidak memiliki itikad baik untuk melindungi HAM terhadap aktivis lingkungan,’’ kritiknya. (ars)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.