Apes, Pencuri Mobil Kehabisan Bensin saat Kabur

Tim Polsek Ampenan dibantu Bhabinkamtibmas Sekotong memergoki tersangka pencurian mobil, di Sekotong, Lombok Barat. Mobil yang dicuri kehabisan bensin saat hendak dilego. (Suara NTB/Polsek Ampenan)

Mataram (Suara NTB) – Tukang dan peladen nekat membawa lari mobil dari tempat dia bekerja. Mereka, AZ (17) dan HA alias AS (21) sekongkol melarikan Toyota Kijang keluaran tahun 1989. Apesnya, kehabisan bensin di perjalanan.

Dua pelaku asal Pejeruk, Ampenan, Mataram ini diduga mencuri mobil di Pejeruk Abian, Pejeruk, Ampenan Senin, 14 Januari 2019 lalu. Dini hari sekitar pukul 01.00 Wita. Mereka tak keluar keringat banyak.

“Rumah tidak digembok. Mereka masuk lalu mengambil mobil yang kuncinya masih tergantung,” ucap Kapolsek Ampenan, Kompol I Wayan Suteja, Jumat, 18 Januari 2019.

Mobil bernomor polisi DK 1276 DO lantas dikemudian dengan tujuan Sekotong, Lombok Barat. Sebelumnya menginap sebentar untuk mengantar tersangka AS pulang ke rumahnya. Tersangka HA mengemudi sendiri ke Sekotong dengan maksud hendak menjual mobil.

Dalam perjalanan melalui Jalan Raya Sekotong melalui Lembar, Lombok Barat, mobil curian yang berwarna merah marun dicurigai polisi. Laporan kehilangan di Polsek Ampenan ditindaklanjuti sampai Polres Lombok Barat.

Kebetulan, korban punya anggota keluarga yang juga anggota Polri berdinas sebagai Bhabinkamtibmas Jempong Baru, Sekarbela, Mataram. Bhabin Jempong Baru menerima informasi dari Bhabin Sekotong.

Unit Reskrim Polsek Ampenan dikerahkan menuju lokasi yang dicurigai. “Mobil sudah dibuntuti anggota. Beberapa waktu mobil mogok. Habis bensin,” ucap mantan Kasubbaghumas Polres Mataram ini.

Tersangka HA sukses ditangkap. Berdasarkan keterangan HA itulah selanjutnya tersangka AS ditangkap di rumahnya. “Mereka kita sangkakan pasal 363 KUHP. Ada barang bukti mobil dan kunci kontaknya. Sudah kita amankan. Tersangka kita tahan,” tutup Suteja. (why)