Jadi Tersangka, Dalang Pemotongan Bantuan Masjid Sempat Pura-pura Berutang

(kiri ke kanan) Tiga tersangka pungutan dana rehabilitasi masjid pascagempa, Lalu Basuki Rahman, dan H Silmi kompak menutupi wajah saat dihadirkan dalam konferensi pers yang dipimpin Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam, Kamis, 17 Januari 2019. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Resmi berstatus tersangka, oknum pejabat Kanwil Kemenag NTB, yakni Kasubbag Organisasi Tata Laksana Kepegawaian Bagian Tata Usaha, HS sempat berdalih yang yang disetorkan kepadanya merupakan utang.

Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam menjelaskan, uang hasil potongan dana bantuan masjid yang dipungut tersangka BA dan MI, diduga disetor kepada HS. Pungutan dari tingkat terbawah, yakni pengurus masjid bermuara ke tersangka HS.

Tersangka HS menjalani pemeriksaan sejak Rabu sore, 16 Januari 2019. Pagi harinya, kata Kapolres, uang yang sudah disetorkan kepadanya dikembalikan melalui istri tersangka MI. Sebab, MI sudah ditahan Polres Mataram.

Baca juga:  Kasus Pungutan Dana Bantuan Masjid, Jaksa dan Terdakwa Sama-sama Banding

Tersangka HS bahkan membuat kuitansi masing-masing untuk uang Rp25 juta dan Rp30 juta. HS sudah tahu MI menjadi tersangka sehingga ia ambil gerak cepat memanipulasi asal-usul uang tersebut.

‘’Tersangka HS membuat alibi uang tersebut adalah utang. Dia kembalikan uang Rp55 juta kepada istri tersangka. Justru alibi ini yang menguatkan bukti dan memberatkan tersangka HS,’’ ungkap Alam.

‘’Sebelumnya, uang yang diberikan secara cash dan transfer oleh tersangka MI. Karena tahu dua tersangka ditangkap sehingga HS seolah-olah akan kembalikan uang hasil tindak pidana sebagai uang utang,’’ katanya.

Baca juga:  Kasus Pungutan Dana Bantuan Masjid, Jaksa dan Terdakwa Sama-sama Banding

Penasihat hukum HS, Miftah juga mengakui kliennya sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Iya sedang diperiksa,” ujarnya.

Terpisah penasihat hukum MI, Burhanudin mengungkap kliennya itu memungut dana bantuan masjid atas perintah HS.

“Dia (MI) bilang, kalau yang yang dia setor ke dia (HS) alasannya untuk dikumpulkan dan dipakai untuk menyumbang ke masjid lain yang tidak dapat (bantuan),” ucapnya. (why)