Stafnya Terjaring OTT, Ini Tanggapan Kakanwil Kemenag NTB

Kepala Kanwil Kemenag NTB, H. Nasrudin (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Kanwil Kemenag NTB, H Nasrudin menyayangkan dugaan pungutan dana rehabilitasi dan rekonstruksi masjid terdampak gempa. Dia mempersilakan polisi memproses hukum secara tegas tersangka. Dia memastikan dana bantuan wajib disalurkan 100 persen.

‘’Tidak ada yang bisa, apalagi staf KUA yang mengancam-ancam. Siapa yang dapat, siapa yang tidak dapat ada tim verifikasi yang betul-betul,’’ ujarnya ditemui di Mapolres Mataram, Selasa, 15 Januari 2019.

Dia mendatangi Polres Mataram dengan maksud mengklarifikasi operasi tangkap tangan, yang menjerat Staf KUA Gunungsari, berinisial BA atas dugaan pungutan liar dana rehabilitasi masjid.

Dia menjelaskan, Kanwil Kemenag NTB mendapat kucuran dana sebesar Rp6 miliar untuk rehabilitasi masjid terdampak gempa, di Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, dan Sumbawa.

Baca juga:  Kasus Dana Bantuan Masjid Gempa Lombok, Basuki Kembalikan Rp19 Juta

‘’Ada anggarannya dari DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) besarannya Rp6 miliar. Kalau tidak salah, untuk 54 masjid tersebar di kabupaten terdampak gempa. Kita memiliki kebijakan merealisasikannya jika seluruh persyaratan sudah lengkap,’’ jelasnya.

Nasrudin menerangkan, dana tersebut dikirimkan melalui rekening masing-masing masjid penerima bantuan. Setelah masjid, atau pondok pesantren, atau madrasah mengajukannya melalui proposal yang diverifikasi.

‘’Kanwil yang menentukan (penerima) kalau dananya ada di Kanwil. Kalau dana di pusat tentunya Ditjen. Ini makanya saya mau pastikan, benar tidak ini dana dari Kanwil yang di OTT ini,’’ katanya.

Baca juga:  Kasus Dana Bantuan Masjid Gempa Lombok, Basuki Kembalikan Rp19 Juta

Tim verifikasi dibentuk Kanwil Kemenag NTB. Proposal diajukan masjid melalui Kemenag Kabupaten/Kota. Untuk pengajuan dana dari pusat, diperkuat dengan rekomendasi Kanwil Kemenag NTB.

‘’Masjid yang sudah diverifikasi dan ditetapkan, mendapat bantuan. Ada yang Rp50 juta, ada yang Rp100 juta, Rp250 juta, bahkan ada yang Rp300 juta sesuai dengan tingkat kerusakan,’’ paparnya.

Seorang staf KUA Gunungsari, Lombok Barat, berinisial BA diciduk Polres Mataram, Senin (14/1) lalu atas dugaan pungutan dana rehabilitasi masjid terdampak gempa. Tersangka mengumpulkan total Rp105 juta dari empat masjid. (why)