Terduga Pelaku Pemerkosaan pada Anak di Lotim Diancam 15 Tahun Penjara

Ilustrasi

Selong (Suara NTB) – Para terduga pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang menyebabkan korban meninggal dunia di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) saat ini hanya bisa meratapi penyesalannya. Pasalnya, para pelaku terancam 15 tahun penjara dengan terjerat pasal Undang-undang Kekerasan Fisik terhadap Anak di Bawah Umur.

Dari empat terduga pelaku, aparat Polres Lotim sudah berhasil menangkap semua pelaku, di antaranya AP (28) alamat Suralaga, MB (23) alamat Suralaga, dan IR (32) alamat Kopang Kabupaten Lombok Tengah dan  S (18) alamat Suralaga ditangkap Selasa, 1 Januari 2019 setelah menjadi buronan aparat kepolisian.

Kapolres Lotim, AKBP. Ida Bagus Made Winarta, SIK, dalam Konferensi Pers di Mapolres Lotim, Senin, 31 Desember 2018 menjelaskan, pemerkosaan yang dilakukan oleh empat terduga pelaku lantaran dalam kondisi di bawah pengaruh minuman keras (miras). Di mana kejadian itu berawal ketika korban diajak S untuk menonton MTQ, Sabtu, 29 Desember 2018.

Namun usai menonton, pelaku kemudian mengajak korban untuk menemaninya menenggak minuman keras bersama tiga orang temannya, yakni AP, MB, dan IR. Hal inilah yang menyebabkan korban meninggal dunia setelah digagahi beberapa kali secara bergiliran.

Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. I Made Yogi Purusa Utama, SE,SIK, membenarkan penangkapan terhadap pelaku utama pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang menyebabkan korban meninggal dunia. Ke empat pelaku terancam 15 tahun penjara dengan dijerat undang-undang perlindungan anak. Dalam kasus ini, katanya, tidak ada unsur pembunuhan berencana, karena para pelaku berada pada pengaruh miras. Namun para pelaku disangkakan kekerasan fisik terhadap anak.

Sementara Kapolsek Suralaga, Ipda. Nicolas Usman, juga membenarkan penangkapan terhadap pelaku utama pemerkosaan oleh tim gabungan Polsek Suralaga dan Resmob Polres Lotim. Dari informasi yang diterima, pelaku dikenakan timah panas bagian kaki kanan lantaran mencoba melarikan diri dari petugas. Untuk saat ini, pelaku sudah dibawa ke Mapolres Lotim untuk proses hukum lebih lanjut. (yon)