Terdakwa Korupsi Pegadaian Bima dan Dompu Divonis Berlapis

0
131

Mataram (Suara NTB) – Terdakwa korupsi gadai Pegadaian Bima dan Dompu, Roswati menjalani siding vonis di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram, Selasa, 30 Januari 2018. Hakim menghukum terdakwa masing-masing pidana penjara empat tahun.

Selain itu terdakwa dihukum membayar denda Rp 200 juta dan apabila tidak dibayar maka diganti dengan kurungan dua bulan, untuk masing-masing perkara Pegadaian Bima dan Pegadaian Dompu.

“Terdakwa disidangkan pada perkara terpisah sehingga hukumannya kumulatif,” ungkap Humas Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram, Fathurrauzi usai persidangan.

Dalam sidang tuntutan sebelumnya, terdakwa dituntut jaksa dengan hukuman yang sama, yakni empat tahun untuk masing-masing perkara.

Sementara jaksa menuntut terdakwa dengan denda Rp 300 juta subsidair empat bulan namun hakim menghukum lebih ringan.

Dalam perkara korupsi gadai fiktif Pegadaian cabang Tente, Bima, Roswati terbukti korupsi selama kurun waktu 2014-2015 saat dia menjadi pengelola unit pegadaian.

Terdakwa memberikan gadai fiktif kepada 77 nasabah dengan 299 surat kredit. Modusnya, gadai emas dengan tanpa hitungan kadar karat serta kredit tanpa jaminan.

Terdakwa terbukti korupsi melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 ayat 1 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Kerugian negara yang timbul mencapai Rp 1.211.270.000. Terdakwa dihukum untuk membayar uang pengganti sesuai nilai kerugian dimaksud. “Apabila tidak dibayarkan maka diganti dengan kurungan selama satu tahun,” kata Fathurrauzi.

Sementara untuk perkara gadai fiktif saat terdakwa menjabat di unit Pegadaian Cabang Dorotangga, Dompu selama kurun 2015-2016, uang pengganti yang wajib dibayar terdakwa sesuai vonis yakni Rp 860.350.600.

Apabila tidak dibayarkan, terdakwa harus menggantinya dengan penjara selama satu tahun. Dalam kesempatan tersebut, Roswati menitipkan pembayaran uang pegganti sebesar Rp 81,9 juta. Sebelumnya juga terdakwa sudah membayar Rp 175 juta.

  Menikmati Belanda, Melintasi Belgia dan Mimpi Paris

“Uang pengganti tersebut dirampas untuk disetor dan dikembalikan ke kas pegadaian cabang Bima dan Dompu,” tutupnya. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here