Konflik Karang Genteng-Bajur, Polisi Usut Dugaan Penganiayaan dan Pembunuhan

Polres Mataram memberi santunan keluarga korban meninggal dunia akibat konflik antarpemuda Karang Genteng-Bajur, Senin, 17 Desember 2018. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Konflik pemuda Karang Genteng, Mataram dengan Bajur, Lombok Barat diselesaikan dengan penegakan hukum. Polres Mataram menyidik dugaan penganiayaan yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia. Sebanyak tujuh saksi sudah diperiksa.

Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam, ditemui Senin, 17 Desember 2018 menerangkan, penyidik Satreskrim sudah memanggil saksi dari kedua belah pihak.

“Pemeriksaan masih berjalan. Masih ada 7 saksi yang kita periksa. Nanti kami akan memutuskan penetapan tersangka melalui gelar perkara,” ujarnya. Dia menjelaskan, dalam kasus yang menewaskan satu orang meninggal dunia itu, penyidik mendalami dugaan penganiayaan berat.

“Ada penganiayaan, ada pembunuhan. Sudah kita panggil saksi dari Karang Genteng dan dari Bajur,” kata Alam.

350 Polisi Disiagakan

Situasi di lokasi berangsur kondusif. Sebanyak 350 personel gabungan Brimob dan Sabhara Polda NTB dan Polres Mataram berjaga di perbatasan serta masing-masing pihak.

“Kami harus menjaga situasi tetap kondusif, juga menegakkan hukum. Kami imbau agar masyarakat tidak terprovokasi isu. Percayakan penanganan pada Polri,” ujarnya.

Bentrok pemuda dua wilayah Sabtu (15/12) sekitar pukul 23.00 Wita, diduga sebab pemuda Karang Genteng tersulut emosi. Pemuda dari Bajur berteriak dan mengumpat ketika lewat Lapangan Karang Genteng, Jalan Lingkar Selatan, Pagutan, Mataram.

Beberapa jam berselang, Senin (16/12) dini hari pukul 00.30 Wita, pemuda Karang Genteng yang tersulut emosi mengejar tiga pria tak dikenal sampai ke Bundaran Jempong, Sekarbela, Mataram.

Rupanya, mereka sudah ditunggu pemuda Perampuan dan Bajur, Lombok Barat, serta Jempong, Sekarbela. Tawuran tidak terhindarkan. Dua pemuda menderita luka bacok, satu korban lagi meninggal dunia.

“Sebelumnya ada tawuran pelajar dari dua wilayah tersebut. Kejadian malam itu diduga buntut dari kejadian yang terjadi sebelumnya,” ujar Kapolres.

Polres Mataram dalam kesempatan terpisah, melalui Kabag Sumda Kompol Setia Wijatono menyerahkan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia di Dusun Giri Jati, Bajur, Labuapi, Lombok Barat, Senin, 17 Desember 2018.

“Kami mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi apabila ada informasi yang belum tentu kebenarannya. Selain itu juga agar tidak melakukan perbuatan yang melawan hukum,” kata Setia.

Kepala Desa Bajur, Ahmad Sanusi mengusulkan agar pemerintah bekerja sama dengan aparat membuatkan pos pantau di kawasan Bundaran Jempong, yang menghubungkan Jalan Lingkar Selatan, Jalan Gajah Mada, dan Jalan Bypass BIL.

“Lebih tingkatkan patroli di sekitar bundaran untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan,” ucapnya. Dia juga menyarankan agar pedagang di tepi Jalan Bypass BIL ditertibkan dengan pola waktu berjualan yang tak lebih dari pukul 00.00 dini hari. (why)