Tersangka Kurir Ganja Bukan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unram

Barang bukti ganja diduga milik tersangka HS ditunjukkan dalam konferensi pers hasil Operasi Antik 2018, Rabu 5 Desember 2018 di Mapolda NTB. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Seorang pemuda berinisial HS (24) yang diduga ikut serta dalam peredaran narkoba jenis ganja dan sempat disebut sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (Unram) ternyata bukan mahasiswa Fakultas Kedokteran Unram.

Pihak Dekan Fakultas Kedokteran Unram sudah mengecek ke Prodi Kedokteran maupun Prodi Farmasi, dan ternyata HS bukan mahasiswa Fakultas Kedokteran Unram.

Wakil Dekan III  Fakultas Kedokteran Unram, dr. Arfi Syamsun, Sp. KF., M.Si.Med., dihubungi Kamis, 6 Desember 2018 mengatakan, ia sudah mengecek bahwa tidak ada mahasiswa, baik Prodi Kedokteran maupun Prodi Farmasi yang terkait Narkoba.

Baca juga:  Meriahkan HANI, BNN Gelar Baksos Donor Darah di Lobar

“Saya sudah dapat foto tersangka, dan tidak ada mahasiswa kami seperti yang di foto itu,” katanya.

Arfi juga menyampaikan, dari penyidik mengatakan bahwa tersangka mengaku merupakan mahasiswa semester 7 dari Fakultas Kedokteran Unram. Hal itu, katanya, diketahui setelah Wakil Rektor III Unram, Dr. Muhammad Natsir, SH., M. Hum., mengubungi penyidik.

“Dari penyidik mengatakan bahwa tersangka yang mengaku dari Fakultas Kedokteran semester 7 Unram. Info ini setelah WR III Unram telepon penyidik,” kata Arfi.

Baca juga:  Jaksa Setuju Vonis Mati Dorfin

Arfi menegaskan, bahwa tersangka bukan dari Fakultas Kedokteran Unram setelah dicek dengan data kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Unram.

Dikutip dari berita sebelumnya, HS (24) diduga ikut serta dalam peredaran narkoba jenis ganja. Kasubdit I Ditresnarkoba Polda NTB, AKBP Sumaidi menjelaskan, tersangka HS tertangkap dalam masa Operasi Antik 2018. HS diduga sebagai kurir.

“Dia perantara, membelikan temannya berinisial IC ganja seharga Rp700 ribu,” ucapnya dikonfirmasi Rabu 5 Desember 2018 di Mapolda NTB. (ron/why)