Terancam Hukuman Gantung, KJRI Johor Advokasi TKI Asal NTB

Ilustrasi vonis hukuman mati (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Johor, Malaysia bergerak cepat mendampingi Zainul Wathoni (31), TKI asal Lombok Tengah (Loteng), NTB yang terancam hukuman gantung. Langkah advokasi itu sebagai upaya meringankan hukuman Zainul agar selamat dari pidana mati.

Zainul Watoni  adalah warga Aik Bukak, Dusun Langalawe, Kecamatan Batukliang, Loteng. Dia dituntut hukuman mati karena diduga membunuh Rizal Muhamad pada 4 November 2018 lalu. Terdapat beberapa luka tusukan di tubuh korban sehingga membuat korban meregang nyawa.

Polisi kemudian menangkap pelaku dan kekasihnya. Mereka diduga terlibat pembunuhan tersebut. Atas perbuatannya, Zainul Watoni dijerat pasal 302 KUHP Malaysia dengan ancaman hukuman gantung.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Lalu Muhammad Iqbal membenarkan informasi warga Lombok Tengah yang terancam hukuman gantung tersebut.

‘’Benar ada kejadian pembunuhan pada

4 November 2018. Sesuai Hukum Pidana Malaysia atas sangkaan  tersebut ZW diancam hukuman mati,’’ kata Iqbal yang menjabat Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Kemlu ini, Kamis, 29 November 2018.

Disebutnya, KJRI Johor Bahru sudah menangani kasus yang menimpa Zainul Wathoni dalam bentuk advokasi. Selain itu, KJRI juga memberikan pendampingan kekonsuleran.

Sementara dalam proses pendampingan hukum  Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur sudah menunjuk Kantor Pengacara Gooi & Azzura.  Ancaman hukuman gantung itu diketahuinya belum final, karena proses hukum masih panjang.

Diterangkan Iqbal yang baru-baru ini ditunjuk sebagai Kepala KBRI Turki ini, proses persidangan masih panjang untuk jadi ruang pembelaan. Sebab masih pada tingkatan pengadilan tingkat pertama atau Mahkamah Magistrat.

‘’Persidangan kasus ini baru mulai di Mahkamah Magistrat sehingga diperkirakan prosesnya masih sangat panjang,’’ terangnya. (ars)