Jaksa Kantongi Kasus Lain Tersangka OTT Dana Bencana

Kajari Mataram, I Ketut Sumedana (Suara NTB/ars)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Kejaksaan Negeri Mataram mengantongi kasus baru terkait tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan tersangka HM. Ada empat laporan masyarakat yang masuk ke jaksa terkait perbuatan oknum anggota DPRD Kota Mataram yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) dana bencana ini.

‘’Laporan HM ini bukan satu, banyak. Nanti pasti saya buka,’’ tandas Kajari Mataram, Dr. I Ketut Sumedana, SH.,MH menjawab Suara NTB akhir pekan kemarin.

Ada empat laporan masyarakat yang masuk ke pihaknya  terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram ini, yang sekaligus menjadi Ketua Banggar pembahasan dana bencana dalam KUA PPAS Perubahan.

Namun, Kajari mengaku sedang menunggu momentum untuk membuka kasus tersebut. Objek kasusnya juga berbeda. Gambaran diberikan Kajari, di luar kasus pemerasan. Perlu klarifikasi awal untuk mengusut kasus baru ini.

‘’Jadi ada perbuatan yang lain, tapi harus saya klarifikasi  dulu. Intinya beda masalah,’’ ungkapnya.

Apakah berpeluang dibuka bersamaan dengan persidangan kasus HM di Pengadilan Tipikor? Akan dipertimbangkan Kajari. Ia tidak mau timnya kelimpungan sebelum berkas tersangka HM untuk kasus dugaan pemerasan terkait proyek rehabilitasi gedung sekolah pascagempa itu terganggu.

‘’Bisa saja (dibuka), tapi ini kita fokus dulu. Kita masih proses klarifiasi. Jadi sekaligus ini untuk menguatkan bahwa orang ini (diduga) bermasalah.  Biar pengacaranya yang menganggap kami menjebak itu tahu, orang ini memang (diduga) punya catatan kasus lain,’’  tegasnya.

Sementara untuk kasus HM sejauh ini masih dalam proses pemberkasan. Diperkirakannya, tim akan melimpahkan berkas awal Oktober ini. Namun akan dipertimbangkan juga jadwal praperadilan yang diajukan tersangka melalui kuasa hukumnya.

Sampai sejauh ini Kajari mengaku belum menerima jadwal pasti praperadilan. Timnya juga akan menyesuaikan dengan rencana rekonstruksi atau olah TKP saat OTT berlangsung di Cakranegara Jumat, 14 September 2018 lalu. Jadwal  rekonstruksi juga belum ditetapkan, akan tergantung kesiapan tim gabungan Pidsus, Intelijen, Pidum dan Datun. (ars)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.