Kesal Dicerai Suami, Ibu Bunuh Bayi

Ilustrasi bayi (Suara NTB/maxpixel.net)

Mataram (Suara NTB) – Kekesalan RM (39) karena ditalak tiga oleh suaminya berujung bui. Sebabnya, dia meluapkan amarah dengan membunuh bayinya. Tersangka mengaborsi bayi yang sudah dikandungnya sembilan bulan.

Kasubbaghumas Polres Mataram, AKP I Made Arnawa menerangkan, RM warga Duman, Lingsar, Lombok Barat sudah mendekam di sel tahanan dengan dugaan pidana penganiayaan anak sampai meninggal dunia.

“Pelaku melahirkan sendiri bayinya, sebelumnya dia minum racun semut. Kemudian saat bayi keluar ditarik paksa,” ujarnya, Jumat, 21 September 2018.

Seperti termaktub dalam pasal 80 ayat (3) Jo pasal 76C UU RI No. 35/2014 tentang perubahan atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 338 Subsider pasal 351 (3) lebih Subsider Pasal 359 KUHP.

Baca juga:  Otak Pelaku Perampokan Bejat Ditembak

Tersangka RM mulai ditahan Kamis, 20 September 2018 setelah penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Mataram menemukan cukup bukti dugaan pembunuhan bayi yang terjadi pada Sabtu (15/9) lalu.

“Penyidik sudah memeriksa sembilan orang saksi. Sudah cukup bukti menetapkan ibu dari bayi ini sebagai tersangka. Kita sita juga sisa racun semut yang diminumnya,” ungkap Arnawa.

Pada Kamis (20/9) jenazah bayi yang sudah dikuburkan digali kembali. Hal itu untuk kebutuhan autopsi mencari penyebab medis kematian. Selesai diautopsi, jenazah kembali dikebumikan di pemakaman umum.

Baca juga:  Curi Kotak Amal Masjid, Pemuda Tanggung Dihakimi Warga

Arnawa mengatakan, hasil autopsi menunjukkan adanya tanda kekerasan di tubuh bayi dengan panjang badan 45 cm tersebut. Diantaranya memar di leher, bibir, dan kepala.

“Organ tubuh bayi sempurna dan mampu hidup di luar kandungan. Penyebab kematiannya, bayi lemas karena kekerasan di leher dan mulut. Itu hasil keterangan dokter kebidanan,” bebernya.

Untuk kebutuhan penyidikan selanjutnya, sambung dia, tersangka RM akan menjalani observasi kejiwaan. Indikasi awal, tersangka kesal karena dicerai suami. (why)