Dugaan Korupsi Proyek Dinas Dikbud NTB, Penggelembungan Harga Timbulkan Kerugian Negara

Direktur Reskrimsus Polda NTB, Syamsudin Baharuddin (Suara NTB/why)

Dugaan Korupsi Proyek Dinas Dikbud NTB, Penggelembungan Harga Timbulkan Kerugian Negara

Mataram (Suara NTB) – Dugaan korupsi proyek pengadaan alat kesenian Marching Band SMA/SMK pada Dinas Dikbud Provinsi NTB terindikasi merugian negara Rp750 juta. Penyimpangannya diduga berupa penggelembungan harga satuan barang alat musik. Penyalahgunaan wewenang PPK proyek diduga membuat kontraktor pemenang tender mendapat keuntungan.

Direktur Reskrimsus Polda NTB, Kombes Pol Syamsudin Baharuddin mengatakan, pihaknya sudah menemukan indikasi perbuatan melawan hukum yang berakibat pada timbulnya kerugian negara dalam proyek senilai total Rp2,5 miliar tersebut. ‘’Itu ada mark up harga per satuan barang,’’ bebernya ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Dia menambahkan,modus korupsi tersebut membuat keuangan negara merugi Rp750 juta, menurut hasil perhitungan BPKP Perwakilan NTB. Untuk menjelaskan peran para tersangka, penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB melayangkan panggilan pemeriksaan.

Baca juga:  Dua Perkara Korupsi Siap Disidangkan

Tersangka MI, yang menjabat sebagai Kasi Kelembagaan dan Sarpras pada Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud Provinsi NTB memenuhi panggilan pada Senin, 17 September 2018 lalu.

“Untuk sementara baru satu tersangka yang diperiksa. Sewaktu dipanggil dia hadir. Masih kooperatif, tersangka tidak ditahan,” jelas Syamsudin.

Dalam kasus tersebut, Polda NTB menetapkan dua orang tersangka, yakni MI dan Direktur CV EE, berinisial LB. Mereka disangka melanggar pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca juga:  Dugaan Penganiayaan Zainal Abidin, Penahanan Sembilan Oknum Polisi Diperpanjang

Proyek pengadaan alat kesenian marching band SMA/SMK digelontorkan sebanyak dua paket pada tahun 2017. Satu paket belanja modal dengan pagu anggaran Rp1,7 miliar.

CV EE memenangkan tender dengan harga penawaran Rp1,5 miliar. Kemudian paket kedua dianggarkan senilai Rp1,06 miliar. Rekanan yang sama memenangkan lelang dengan penawaran Rp982 juta.

Paket proyek belanja hibah berisi 17 item peralatan marching band untuk empat sekolah swasta. Sementara paket belanja modal diperuntukkan bagi lima sekolah negeri. Alat marching band disebar dengan total di sembilan sekolah se-NTB. (why)