Tiga Mantan Pegawai Kemenag Bima Jadi Tersangka

Kasat Reskrim Polres Bima Kota, Akmal Novian Reza (Suara NTB/uki)

Kota Bima (Suara NTB) –  Penyidik Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Bima Kota menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan pemotongan tunjangan guru terpencil pada Kemenag Kabupaten Bima tahun 2011 lalu.

Kasat Reskrim Polres Bima Kota, Iptu Akmal Novian Reza S.IK mengatakan penetapan status tersangka tiga orang tersebut usai pihaknya melakukan penyelidikan dan penyidikan yang sangat mendalam. “Kasus pemotongan tujangan guru Kemenag Kabupaten Bima ada tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka,” kata Akmal kepada Suara NTB, Senin, 17 September 2018.

Ia menyebutkan, tiga orang yang ditetapkan dalam kasus yang dilaporkan tahun 2017 tersebut, masing-masing inisial Ym, Irf dan Vf. Ketiganya,

kata Kasat, merupakan mantan pegawai Kemenag Kabupaten Bima.

“Saat ini kami sedang merampungkan berkas perkaranya untuk segera dikrim ke Kejaksaan,” katanya.

Akmal mengatakan, modus operandinya, ketiga pelaku menyalahgunakan jabatan dan kewenangan supaya dalam pembayaran tunjangan khusus tersebut sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) dan Petunjuk Pelaksana (Juklak).

“Selain itu mereka juga melakukan pemotongan tunjangan yang diterima para guru,” ujarnya.

Sementara berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi NTB yang diterima pihaknya pada Juni lalu, kasus tersebut merugikan keuangan Negara sekitar Rp. 615.600.000.

“Kasus ini sempat dipending sementara karena ada Pilkada serentak 2018 kemarin serta menunggu hasil audit BPKP,” pungkasnya. (uki)