Saat Pengungsi Gempa Lombok Adu Joget dengan TNI

Tanjung (Suara NTB) – Kehidupan warga korban gempa Lombok di pengungsian tak lepas sepi. Apalagi masih dalam rangka peringatan 73 tahun kemerdekaan RI. Para pengungsi beradu joget saat pertandingan di Lapangan Tanjung, Lombok Utara.

Tak sembarangan, pengungsi dari Kecamatan Tanjung mesti berhadapan dengan prajurit Batalyon Infanteri 742/Satria Wira Yudha Korem 162/Wira Bhakti, Sabtu, 18 Agustus 2018 sore. Mereka beradu goyangan dengan tubuh yang terbalut sarung. Bukan soal siapa yang paling banyak mencetak gol. Tetapi yang jogetnya paling menghibur.

Baca juga:  Terkait Polemik Nama Bandara, Danrem Beri Peringatan

Bagi para prajurit yang bermarkas di Cakranegara, Mataram momen itu juga dimaksudkan sebagai upaya saling menghibur. Sebab seharian mereka berpeluh membongkar dan membersihkan puing bangunan terdampak gempa 7 skala Richter.

Komandan Yonif 742/SWY, Letkol Inf Agus Dony mengatakan, sepakbola joget dimaksudkan sebagai pemulihan dari trauma gempa. Pesertanya sebagian besar anak-anak.

Prajurit pun menganggapnya sebagai pelepas lelah.

Baca juga:  Mulai Luntur, Bakesbangpoldagri Bahas Penguatan Wawasan Kebangsaan

“Bagi waktu. Setelah melaksanakan tugas pembongkaran (puing), kita gelar lomba bola joget dengan warga pengungsi,” ujarnya.

Dia menyebutkan, kegiatan hiburan berupa balap karung, tarik tambang, lomba kelereng, bakia dan sepak bola joget ini akan terus digelar diseluruh tenda-tenda Posko setiap Kecamatan. Hadiahnya juga sederhana, yakni makanan ringan dan minuman.

“Keceriaan seperti ini bisa membuat anak-anak melupakan peristiwa bencana yang merenggut nyawa dan harta benda,” pungkas Dony. (why)