Tim Hukum Pertanyakan Penanganan Kasus ITE Pencemaran Nama Baik Fauzan Khalid

Mataram (Suara NTB) – Dugaan pencemaran nama baik calon Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid melalui status Facebook berproses di penyelidikan. Sejumlah saksi, baik korban maupun terlapor sudah diklarifikasi. Penyidik sedang mengagendakan permintaan keterangan ahli ITE.

Koordinator Tim Hukum Fauzan Khalid, Syahrul Mustofa, Selasa, 3 Juli 2018 mendatangi Ditreskrimsus Polda NTB untuk menanyakan progres penanganan kasus dugaan pencemaran nama baik yang menuduh Fauzan korupsi APBD Lombok Barat senilai Rp73 miliar.

“Kami berharapnya ini segera diproses. Karena setelah kasus yang pertama, muncul lagi akun lain dengan fitnah-fitnah lain,” ujarnya.

Lambannya proses hukum kasus yang diadukannya itu, menurut dia memantik pihak lain melakukan hal serupa. Sebab, pembelajaran hukum seolah menjadi tidak nampak.

Contohnya, Syahrul membuka tangkapan layar unggahan status akun Oger Mucle yang intinya menyebut langsung nama Fauzan terkait tuduhan korupsi sambil menyeret-nyeret nama KPK.

Kemudian akun lainnya, Saptaji Lalu yang mengunggah foto Fauzan yang dipakaikan rompi KPK. Foto diunggah pada bulan Juni 2018 lalu selagi masa kampanye.

“Implikasi lamanya penanganan ini, penyebaran fitnah semakin meluas. Bahkan semakin menyerang pribadi,” sebut Syahrul.

Dia mengungkapkan, Fauzan sudah menjalani klarifikasi sebagai korban dengan menghadap penyidik Subdit II Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB.

“Artinya Pak Fauzan mengikuti proses hukum yang berlaku. Masyarakat khususnya pendukung diharapkan juga untuk bersabar tentang jalur hukum yang sedang kita tempuh sekarang ini,” ucapnya.

“Berdasarkan pemaparan penyidik tadi, kami menilai sudah ada progres. Yang lama hanya menunggu ahli ITE, karena harus dari orang Kementerian (Kominfo) di Jakarta,” imbuh dia.

Sementara Kabid Humas Polda NTB, AKBP I Komang Suartana menerangkan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Penyidik sedang mengumpulkan keterangan saksi, alat bukti, serta keterangan ahli pidana, ahli bahasa, serta ahli ITE. (why)