50 Poktan Penerima Alsintan Diperiksa Polres Mataram

Mataram (Suara NTB) – Polres Mataram memeriksa sedikitnya 50 kelompok tani penerima bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) di seluruh NTB. Alat dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Pemprov NTB itu diselidiki untuk memastikan bantuan diterima.

Penyidik Sat Reskrim Polres Mataram melakukan pemeriksaan maraton sejak Januari lalu. Sasarannya kelompok tani penerima bantuan di seluruh kabupaten dan kota.

“Masing masing kabupaten dan kota, kita ambil sample penerima bantuan 10 orang ketua kelompok tani (poktan), dari Mataram sampai Bima,” kata Kasat Reskrim Polres Mataram, AKP Kiki Firmansyah, SIK kepada Suara NTB, di ruangannya Selasa, 8 Mei 2018.

Diperkirakan, sudah 50 Ketua Poktan diperiksa, untuk memastikan bantuan alat-alat pertanian senilai Rp 5,5 miliar tahun 2017 itu diterima. Hasil klarifikasi sementara, kesimpulan diperolehnya semua alat pertanian diterima para ketua kelompok. Bentuknya, mesin pompa air, handtractor, alat panen lainnya.

Baca juga:  Kasus Dermaga Gili Air 2017, Selangkah Lagi Tetapkan Tersangka

“Semua alat pertanian diterima oleh  ketua kelompok. Sudah diterima sesuai speknya,” kata Kiki Firmansyah.

Sasaran penyelidikan sebelumnya terkait dengan dugaan Alsintan yang tidak sampai ke kelompok penerima. Atas laporan itu, ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lapangan. Kesimpulan sementara pihaknya, bantuan itu sudah diterima sesuai dengan RAB pihak Distanbun Provinsi NTB. Sesuai dengan perencanaan, bantuan itu memang sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau kelompok penerima.

Namun itu bukan menjadi kesimpulan penyelidikan. Menurut Kiki, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk menyimpulkan kelanjutan penganan kasus tersebut. Berlanjut atau dihentikan.

“Akan dilanjutkan atau dihentikan, kita akan lakukan gelar perkara dalam waktu dekat,” jelasnya.

Penyelidikan dimulai Desember 2017 lalu. Tim Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Mataram sudah turun ke lapangan untuk penyelidikan awal. Saksi saksi sudah diklarifikasi. “Yang sudah diklarifikasi, saksi dari kelompok tani, tapi baru sebagian sudah kita klarifikasi,” tambah Kasat Reskrim Polres Mataram, Kiki Firmansyah,SIK.

Baca juga:  Kejagung Periksa Pejabat Balai Sertifikasi Benih NTB

Gambaran disampaikannya, proyek Alsintan itu nilai anggarannya Rp 5,5 miliar untuk sejumlah daerah di NTB, termasuk Kota Mataram. Total 216 kelompok penerima bantuan. Masing masing menerima satu unit alat pertanian.

“Jenisnya seperti hand tractor, kendaraan roda tiga dan pompa air. Jadi masing masing kelompok itu menerima bantuan berbeda,masing masih satu alat,” kata Kiki.

Gambaran lain disampaikannya, proyek ini diselidiki atas tindaklanjut informasi dari masyarakat yang menyebutkan ada dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan Alsintan tersebut. Karena laporan masuk, wajib bagi pihaknya untuk ditindaklanjuti  dalam rangka  proses pembuktian. “Sekarang masih kerja keras kumpulkan data dan informasi lapangan,” tandasnya. (ars)