Rekanan Proyek Bronjong di KSB Divonis 2 Tahun 8 Bulan

Mataram (Suara NTB) – Perkara korupsi proyek bronjong kuburan Desa Mura, Brang Ene, Sumbawa Barat diputus hakim. Terdakwanya, Abdul Gafur dihukum penjara selama dua tahun delapan bulan atau 32 bulan. Rekanan pelaksana proyek itu terbukti korupsi Rp92,8 juta.

Ketua majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram, Anak Agung Ngurah Rajendra menjatuhkan vonis dalam persidangan, Senin, 30 April 2018. Hakim menilai terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan.

Berdasarkan dakwaan pasal 3 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Selain itu hakim juga menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp 50 juta.

Baca juga:  Anggaran Sewa Rumdis Bupati-Wakil Bupati KLU Sesuai Permendagri

Ketentuannya, apabila tidak dibayarkan maka diganti pidana kurungan selama dua bulan. Jumlah kerugian negara juga harus dibayar terdakwa. Jika tidak, maka masa hukumannya akan bertambah enam bulan.

Hal yang memberatkan terdakwa yang tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. “Terdakwa berbelit-belit di dalam persidangan,” kata hakim anggota, Fathurrauzi menambahkan.

Dalam sidang sebelumnya, Gafur dituntut jaksa dengan hukuman penjara empat tahun, denda Rp 50 juta subsidair dua bulan, dan bayar uang pengganti kerugian negara.

Masing-masing pihak, baik jaksa penuntut umum dan terdakwa yang diwakili penasihat hukumnya, Edy Susanto menyatakan pikir-pikir atas putusan itu. Mereka masih memiliki waktu selama tujuh hari untuk menerima putusan atau menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi.

Baca juga:  Sidang OTT Imigrasi Mataram Ungkap Tarif Suap untuk Setop Kasus

Gafur dihukum bersalah melakukan korupsi proyek bronjong kuburan Desa Mura, Brang Ene, Sumbawa Barat tahun 2016. Proyek yang dianggarkan melalui Dinas PU KSB itu tidak dikerjakan sama sekali oleh terdakwa selaku pemenang tender.

Auditor menyatakan kerugian negara bersifat total loss senilai Rp 92,8 juta. Di dalam persidangan, hal yang memberatkan terdakwa menurut jaksa adalah terdakwa berbelit-belit. (why)