Polsek Senggigi Tembak Komplotan Maling Sapi

Mataram (Suara NTB) – Polsek Senggigi menangkap komplotan maling sapi yang beraksi di Desa Sandik, Batulayar, Lombok Barat. Komplotan yang berjumlah lima orang itu menggasak tiga sapi korbannya yang bernilai Rp 40 juta.

“Mereka komplotan ini ada yang berperan sebagai pemetik, yang beraksi mengambil sapi. Ada yang tukang angkut, ada penadahnya,” ungkap Kapolsek Senggigi, AKP Arjuna Wijaya, Jumat, 27 April 2018 dikonfirmasi usai penangkapan.

Para pelakunya yakni AS alias AD (37) warga Bagu, Pringgarata, Lombok Tengah; AY alias AG (37) warga Bug-bug, Lingsar, Lombok Barat; SB alias SP (45) dan SR (35) warga Suradadi, Terara, Lombok Timur; serta HS (41) warga Pagesangan, Sekarbela, Mataram.

Baca juga:  Curi Kotak Amal Masjid, Pemuda Tanggung Dihakimi Warga

Pelaku SB dan SR serta HS yang berperan sebagai tukang angkut dan penadah ditangkap di Sweta, Cakranegara Jumat, 27 April 2018 pukul 01.00 Wita. Mereka sedang bertransaksi jual beli sapi curian.

Sementara, dua pelaku lainnya, AS

dan AG yang perannya masuk ke kandang menggiring sapi korban ditangkap sekitar pukul 08.00 Wita.

“Pelaku hendak melarikan diri. Tim di lapangan memutuskan menembak betis pelaku,” ujar Arjuna.

Arjuna mengatakan, para pelaku beraksi di TKP pada Senin (24/4) lalu sekitar pukul 03.00 Wita dini hari saat korbannya sedang tertidur. Pintu kandang dirusak.

Tiga dari empat ekor sapi ditarik paksa keluar kandang. Sapi hasil curian itu lalu disembunyikan di Wadon, Gunung Sari, Lombok Barat selama empat hari.

Baca juga:  Terduga Preman yang Palak Pedagang Jalan Bypass Ditangkap

Kemudian, pada Jumat, 27 April 2018 dini hari pukul 01.00 Wita sapi diangkut lagi hendak dibawa ke Mataram melalui Sweta, Sandubaya. Pada saat itulah mereka tertangkap. Dari penyelidikan, masih ada satu pelaku lagi berinisial YA asal Bug-bug, Lingsar, Lombok Barat yang masih buron.

“Itu masih dalam pengejaran,” kata Arjuna. Dari para pelaku, disita barang bukti truk nopol E 8959 S, tiga ekor sapi, ponsel, cungkit, sebo, obeng, sarung, dan selendang. Sementara korbannya merugi Rp 40 juta. (why)