Polsek Senggigi Ciduk Komplotan Maling Spesialis Perumahan

Giri Menang (Suara NTB) – Komplotan maling yang beraksi di kawasan Senggigi, Batulayar, Lombok Barat diciduk. Mereka antara lain eksekutor pencurian MT (33), dan pelaku penadahan DS (40), dan KV (20) seorang mahasiswa.

Kanit Reskrim Polsek Senggigi Iptu Akmal Novian Reza Kamis, 12 April 2018 menjelaskan, mereka beraksi sebanyak lima kali di perumahan-perumahan di kawasan Senggigi dalam rentang waktu satu bulan lalu.

Tersangka KV ditangkap lebih dulu di kawasan Sweta, Sandubaya, Cakranegara yang sedang bertransaksi menjual barang hasil curian. KV menawarkan barang curian itu lewat media sosial.

Ternyata KV membeli barang dari tersangka DS, yang kemudian ditangkap di Pejeruk, Ampenan. DS kemudian mengaku membeli barang curian dari tersangka MT.

Baca juga:  Karyawan Subkontraktor Curi Meteran Listrik Pelanggan

“Penadah ini memang langganan dengan pelaku MT. Mereka mengetahui bahwa barang yang mereka beli dan mereka jual kembali itu adalah barang curian,” jelas Akmal.

Tersangka MT kemudian ditangkap pada Rabu siang, 11 April 2018 di Pejeruk, Ampenan. MT dan DS bertetangga.

MT bekerja sebagai pengantar tabung elpiji. Pekerjaannya yang berkeliling itu dimanfaatkannya untuk sekalian mensurvei rumah-rumah kosong.

“Dari situ dia membuat rencana untuk mencuri di rumah sasarannya. Dia beraksi bersama satu orang lagi yang masih kita buru,” terang Akmal.

Catatan polisi, tersangka MT diduga mencuri di perumahan BTN Meninting Utama, Batulayar, Lombok Barat. Tersangka yang merupakan residivis itu mencongkel pintu rumah kemudian menguras isinya.

Baca juga:  Misteri Perusak Pot Bunga di Lingkar Selatan akan Diusut Tuntas

Tersangka yang beraksi pada Sabtu, 24 Maret 2018 itu sukses menggondol antara lain, TV LED, laptop, kamera digital, ponsel, dan proyektor. Sehari berselang pada pagi harinya, tersangka beraksi lagi di perumahan Diva Sandik, Batulayar, Lombok Barat.

Di sana, tersangka mencuri TV LED, kamera digital, dan ponsel. Total barang yang dicuri mencapai 13 unit. Sejumlah barang curian itu sudah disita, termasuk 11 unit ponsel yang diduga juga merupakan hasil curian.

“Dengan ditangkapnya mereka ini, setidaknya bisa mengurangi kasus pencurian di wilayah hukum Polsek Senggigi ini,” tutup Akmal. (why)