Perawatan Sistem Server Imigrasi, Pelayanan Paspor Lambat

Mataram (Suara NTB) – Belakangan ini, pelayanan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Mataram terganggu. Pasalnya, sistem dan server Paspor Republik Indonesia sedang dalam masa perawatan.

Salah satu yang terdampak, yakni Muhammad Nashif. Warga Sekarbela, Mataram tersebut belum dapat mengambil paspor yang sudah diurusnya sejak 27 Februari 2018 lalu.

“Kalau pelayanannya kan tiga hari setelah kita bayar, paspor sudah bisa diambil. Tapi ini sampai sekarang belum jadi,” ujarnya kepada Suara NTB, Kamis, 15 Maret 2018.

Dia membuat paspor untuk keperluan masuk ke negara Arab Saudi. Bulan Ramadhan tahun ini, Nashif bersama 14 kawannya akan berangkat umrah.

“Kemarin sudah kesana tapi katanya akan dihubungi lagi. Tapi ini sudah empat hari kok tidak dihubungi lagi,” ungkapnya.

Nashif mengatakan, dia mendapat penjelasan dari petugas bahwa sistem dan server sedang dalam masa perawatan. Dia memaklumi hal tersebut tetapi yang diinginkannya adalah kepastian.

“Teman-teman saya sudah direkam. Persyaratan sudah dilengkapi, pembayaran sudah lunas. Ini kan pelayanan publik setidaknya kita jangan dibikin bingung,” kata Nashif.

Terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Dudi Iskandar menjelaskan, saat ini sistem dan server Paspor RI sedang dalam perawatan kesisteman.

Dia berupaya agar pelayanan paspor tidak terhambat. Untuk menanggapi keluhan pemohon tersebut, dia bahkan langsung ke Jakarta untuk mencari tahu penyebabnya. Perawatan sistem dimulai sejak 5 Maret 2018 lalu.

“Ada perawatan kesisteman yang masih diolah terus perbaikannya. Kita intens terus berkoordinasi dengan pusat,” kata Dudi.

Dudi mengakui perawatan sistem tersebut mengganggu pelayanan. Tetapi, perawatan tersebut bukan tanpa alasan. Perawatan itu untuk menjamin kondisi server tetap prima agar pelayanan paspor tetap maksimal.

“Informasi awal, minggu depan sistem baru bisa pulih. Tapi belum bisa kita pastikan. Untuk sementara Mataram yang terdampak, kalau ada keperluan mendesak yang membutuhkan paspor, kita arahkan untuk menggunakan layanan di ULP Lombok Timur,” jelasnya.

Upaya sementara yang dilakukannya yakni dengan memberi pengumuman di setiap titik kantor. Petugas setiap pukul 08.00 Wita, 11.00 Wita, dan 14.00 Wita selalu memberikan pengumuman terkait kelambatan pelayanan tersebut.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut namun kita tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tandasnya. (why)