Ungkap Kasus Aborsi, Polisi Bongkar Makam

Selong (Suara NTB) – Penyidik  dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lombok Timur (Lotim) melakukan pembongkaran terhadap makam janin yang diduga hasil aborsi di Dusun Jeriyan Desa Gereneng Kecamatan Sakra Timur. Pembongkaran dilakukan Minggu, 14 Januari  lalu. Langkah itu dilakukan untuk membongkar kasus praktik aborsi yang saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Menurut Kanit PPA Satreskrim Polres Lotim, Ipda. Putu Yasa, Senin, 15 Januari 2018, dari hasil pembongkaran itu, penyidik menemukan ada bekas, jika janin hasil aborsi itu sudah ditanam.

Hanya saja, kondisi dari janin saat dilakukan pembongkaran hampir hilang karena untuk bagian tulang dan daging dari janin itu sudah habis dimakan belatung. Sementara, petugas berhasil mengamankan sebuah kain yang diduga alat untuk membungkus janin saat dilakukan proses pengguguran hingga ditanam tepat di

belakang rumah SI yang diduga selaku pemilik janin.

“Hari Minggu kita lakukan pembongkaran terhadap letak janin itu dikubur. Memang benar ditemukan bekasnya dan satu buah sarung kita amankan,’’terangnya.

Untuk kuburan itu ditanam dengan ukuran kedalaman sekitar 30 cm. Janin dibungkus menggunakan sarung. Sarung tersebut saat ini sudah diamankan oleh penyidikan dan masih menelusuri siapa pemilik dari sarung yang ditemukan saat dilakukan proses penggalian di TKP.

Dari hasil perkiraan, janin aborsi itu sudah dikubur sekitar waktu 1 bulan sebelum dilakukan penggalian. Untuk saat ini, penyidik dari unit PPA masih mendalami proses penyelidikan dan belum mengarah pada proses penetapan tersangka.

Kasus aborsi merupakan salah satu atensi kasus yang saat ini secara intens ditelusuri oleh aparat kepolisian. Sejumlah saksi akan terus dimintai keterangan untuk mencari titik terang dari praktik aborsi ini. (yon)