Hasil Mesum di Lahan Pertanian Tembakau, Ibu Dua Anak Ditangkap Polisi Karena Lakukan Aborsi

Selong (Suara NTB) – SI, warga Dusun Jeriyan Desa Gereneng Kecamatan Sakra Timur saat ini hanya bisa tertunduk malu menyesali perbuatannya. SI yang merupakan ibu dua anak ini ditangkap aparat kepolisian Unit PPA Satreskrim Polres Lotim, lantaran melakukan praktik aborsi, karena hamil di luar nikah yang dilakukan bersama tetangganya sendiri.

Didampingi salah satu warga, SI diperiksa penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Lotim, Sabtu, 13 Januari 2018 hingga pukul 14.00 Wita.

Dari informasi yang didapat Suara NTB, hubungan gelap diduga dilakukan SI bersama HS tetangganya sendiri. Dari pengakuan sementara SI, praktik mesum dilakukannya di tengah sawah lahan pertanian tembakau. Belum diketahui persis berapa kali keduanya melakukan perbuatan ini hingga SI mengandung. Di mana, usia kandungan SI sekarang ini sudah memasuki 6 bulan.

SI yang sudah memiliki dua anak, merupakan istri dari Hardi. Saat kejadian, Hardi sedang berada di Malaysia setelah berangkat sekitar 9 bulan lamanya. Hardi kemudian langsung pulang ketika mendengar kelakuan bejat yang dilakukan oleh istrinya.

Hardi mengungkapkan, pernikahan ia dan istrinya SI sudah cukup lama, sudah berusia belasan tahun. Dari hasil pernikahan itu, mereka dikarunia dua orang anak yang masing-masing masih duduk di bangku MTs dan SD.

Hardi mengaku tidak terima dengan permasalahan yang dihadapinya kini. Meski istrinya berurusan dengan aparat kepolisian lantaran melakukan aborsi dengan tujuan membunuh janinnya sendiri, ia juga menuntut supaya pelaku yang menghamili istrinya turut ditahan oleh pihak yang berwajib.

Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. Joko Tamtomo enggan memberikan komentar panjang terkait persoalan ini. Ditekankannya, kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan masih dilakukan pemeriksaan terhadap SI. “Nanti saja, masih dilakukan pemeriksaan,” ujarnya pendek. (yon)