Penemuan Orok, Empat Orang Diamankan

0
43

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Warga Desa Spayung, Kecamatan Plampang dihebohkan dengan penemuan orok Kamis, 27 Juli 2017 lalu. Orok tersebut ditemukan terkubur di lokasi lahan Pliuk Kokar Jontal milik seorang warga desa setempat.

Dari penyelidikan yang dilakukan, polisi berhasil mengidentifikasi ibu bayi tersebut. Dalam hal ini ibu bayi dan tiga orang yang diduga terlibat diamankan pihak kepolisian guna dimintai keterangan.

Kapolsek Plampang, Iptu Sarjan yang dikonfirmasi Jumat, 28 Juli 2017 kemarin membenarkan hal tersebut. Bermula saat warga curiga melihat sebuah gundukan berbentuk kuburan kecil dikerubungi lalat di lahan milik warga. Tepatnya, di lokasi lahan pliuk Kokar Jontal wilayah setempat.

Warga yang curiga menghubungi pihaknya yang kemudian ditindaklanjuti dengan terjun ke lokasi sekitar pukul 01.00 Wita. Pihaknya langsung melakukan pembongkaran dan menemukan orok. Orok tersebut kemudian diidentifikasi oleh tim identifikasi Polres Sumbawa. Setelah proses identifikasi dilakukan orok kembali dikubur di TPU desa setempat.

Dari penyelidikan yang dilakukan, pihaknya berhasil mengetahui identitas orang tua orok tersebut yang berinisial RY (18). RY kemudian diamankan ke Polsek guna dilakukan pemeriksaan. Selain itu, pihaknya juga mengamankan tiga orang yang diduga terkait yakni Ag (28) paman dari RY, Am ( 27) yang diduga ayah dari orok dan RS (32) yang merupakan bibi RY.

Dijelaskannya, dari keterangan RY bayi tersebut dilahirkan seorang diri di lahan tersebut pada Minggu (23/7) sekitar pukul 18.30 Wita. Dimana ia mengakui usia kehamilannya saat itu sekitar lima bulan, yang merupakan hasil hubungan gelapnya dengan pacarnya Am. Namun ia tidak memberitahukan kepada orang lain bahwa ia tengah hamil.

Adapun Ag membenarkan mengajak RY menginap di rumah RS. Alasannya mereka akan pergi ke Sumbawa untuk berobat karena RY sakit perut. Namun RY tiba-tiba pergi karena sakit perut. Ag pun sempat mencari keberadaan RY karena dalam waktu yang lama tidak kembali. Ia mendapati RY sudah dalam keadaan melahirkan bayi. Ag pun langsung menggali tanah di lokasi untuk menguburkan orok.

  Kecamatan Empang Berstatus KLB Demam Berdarah

Sementara Am mengaku pernah melakukan hubungan badan dengan RY. Hal itu dilakukannya selama lima kali dalam waktu yang berbeda. Namun ia tidak mengetahui yang bersangkutan hamil karena sudah sekitar empat bulan tidak pernah berkomunikasi. Sedangkan Rs mengaku bahwa Ag dan RY pernah menginap di rumahnya selama empat hari sejak Kamis, 20 Juli 2017 hingga Senin, 24 Juli 2017. Namun ia tidak mengetahui terkait aborsi yang dilakukan RY.

Sejauh ini, tiga orang terduga pelaku ditetapkan yakni RY, Ag, dan Am. Sementara Rs untuk sementara masih sebagai saksi. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pengembangan dan pendalaman dalam kasus ini. Dalam hal ini tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

“Saat ini kami masih melakukan pengembangan dan pendalaman,” pungkasnya. (ind)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × one =