Pasca Lebaran, Kriminalitas di Loteng Kembali Naik

Praya (Suara NTB) – Angka kasus kriminalitas selama bulan puasa di wilayah hukum Polres Lombok Tengah (Loteng) sempat mengalami penurunan cukup drastis hingga mencapai 80 persen. Namun usai lebaran, angka kriminalitas kembali merangkak naik dengan kasus pencurian menjadi kasus yang paling menonjol.

“Selama bulan puasa kemarin, kita menangani kasus kriminal tidak lebih dari 15 kasus. Angka tersebut turun drastis dari bulan-bulan biasanya,” sebut Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP. Rafles Girsang, kepada Suara NTB, Jumat, 30 Juni 2017.

Namun sekarang, pasca lebaran indikasi kenaikan angka kasus kriminalitas mulai terlihat kembali dengan masuknya beberapa laporan kasus kejahatan. Terutama berupa kasus pencurian mobil sampai pencurian dana BOS dengan laporan paling banyak dari Kecamatan Praya Barat.

Diakuinya, kenaikan angka kriminalitas tersebut lebih disebabkan faktor kelengahan dari masyarakat sendiri, karena terbawa suasana lebaran, sehingga sedikit lalai terhadap potensi aksi kejahatan. “Kita akui, kita juga sedikit kecolongan dalam hal ini. Mengingat personel yang di lapangan banyak yang tengah merayakan lebaran,” ujarnya.

Diakuinya, pada bulan puasa hampir semua personel berada di lapangan melakukan pengawasan dan pengamanan, sehingga mampu menekan potensi munculnya kejahatan di lapangan.

Pihaknya berharap dengan kondisi saat ini, masyarakat bisa semakin meningkatkan kewaspadaannya terhadap potensi terjadi aksi kejahatan. Paling tidak bagi diri dan lingkungannya masing-masing, sehingga bisa menutup ruang bagi para pelaku kejahatan untuk menjalankan aksinya.

“Menjaga keamanan adalah tugas bersama. Masyarakat dan aparat keamanan. Kalau masyarakat waspada,tentunya para pelaku kejahatan tidak akan bisa menjalankan aksinya secara leluasa,” ujarnya. (kir)

  Keamanan Pariwisata NTB Harus Ditingkatkan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here