Hasil Penyelidikan Kompolnas, Ternyata Ini Penyebab Konflik Tiga Desa di Bima

Mataram (suarantb.com) – Komisi kepolisian Nasonal (Kompolnas) menyampaikan hasil pengawasan atas konflik tiga desa di Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Kompolnas menemukan beberapa permasalahan yang dapat menyebabkan potensi konflik.

Menurut Komisioner Kompolnas, Andrea H. Poeloengan mengatakan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya perlu mengetahui akar permasalahan terjadinya konflik.

“Ini sebenarnya konflik apa? Itu masih jadi tanda tanya besar. Itu yang harus pemerintah daerah bersama stakeholder lainnya mencoba mencari akar permasalahannya sebenarnya apa sih,” kata Andrea saat menyampaikan keterangan pers, Sabtu, 17 Juni 2017 di Mapolda NTB.

Berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan, salah satu yang menjadi masalah di tempat konflik itu adalah ketersediaan lapangan pekerjaan. Kompolnas, menurut Andrea mempunyai catatan terhadap Dikpora dan SKPD yang bertanggung jawab terhadap tenaga kerja perlu membuat program sinkronisasi antara kebutuhan pendidikan dan ketersediaan lapangan kerja. Hal itu dilakukan untuk mengurangi konflik yang akan terjadi.

Menurut Andrea, perlu juga dilakukan peningkatan kualitas pendidikan masyarakat. Bukan hanya sekadar sekolah. Tetapi memberikan pemahaman kepada masyarakat. Sehingga masyarakat dapat berhati-hati dalam menyikapi informasi.

“Ini permasalahnnya informasi itu seperti ditelan mentah-mentah lalu disebarkan tanpa diklarifikasi terlebih dahulu,” ujarnya.
Ia juga berharap komunitas intelijen daerah lebih intensif dalam berkoordinasi dalam mengantisipasi konflik. Hal itu karena bukan hanya intel Polres yang yang ada, tetapi juga dari intel penegak hukum lainnya. Jika tidak berkoordinasi dengan baik, maka konflik akan sulit diredam.

Masalah lain yang ditemukan Kompolnas adalah narkoba. Menurut Andrea, shabu sudah ditemukan walaupun dalam jumlah kecil. Selain sabu, Kompolnas menemukan banyaknya obat terlarang yang beredar yaitu Tramadol. Tramadol mempunyai efek stimulan yang membuat orang bergairah. Bahkan menurut Andrea bahayanya jika mengonsumsi tramadol akan mengakibatkan orang tidak berfikir rasional dan hanya mengedepankan emosi.

  Ini Keterangan Polisi Soal Kematian Pensiunan ASN di Gerung

Kompolnas merekomendasikan Ditnarkoba Polda NTB dan BNN NTB memberikan perhatian khusus terhadap peredaran tramadol. Menurut Andrea tramadol sudah menjadi bahaya laten di Bima. Bahkan tramadol sudah dikonsumsi oleh anak-anak. Ia berharap bupati juga lebih mengaktifkan BNN di Bima. (bur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here