Uang Pungli Prona Diklaim Tersangka untuk Bangun Sekolah

Mataram (suarantb.com) РKades Sekotong Barat yang ditetapkan sebagai  tersangka dugaan pungli prona, NA mengatakan uang dugaan Pungli Prona Program BPN 2016 berada di tangannya saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) bukan untuk kepentingan pribadi.

Menurut tersangka NA, melalui Kuasa Hukumnya, Edy Rahman, SH., MH mengaku, uang yang diduga hasil pungli Prona itu merupakan inisiatif masyarakat untuk membangun sekolah Taman Kanak kanak (TK) di desa Sekotong Barat.

Edy Rahman menjelaskan, uang yang dijadikan barang bukti dalam OTT pada Desember 2016 lalu itu dikumpulkan dari sembilan Kepala Dusun (Kadus). Total uang yang dijadikan barang bukti Rp 15.000.000 adalah hasil urunan yang disepakati warga bersama kadus untuk tahap awal membangun TK dimaksud.

Pasalnya, orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya tingkat TK harus menempuh perjalanan 6 kilometer. Sehingga timbul inisiatif masyarakat untuk mengumpulkan uang.

“Kalau penarikan itu tadinya masyarakat yang punya inisiatif bahwa mereka bersepakat untuk memungut dana dengan tujuan untuk membangun TK,” ujar Edy Rahman, Kamis, 9 Februari 2017.

Soal tuduhan pungli dialamatkan ke kliennya, Rahman menyebut sebenarnya kesepakatan itu lahir antara warga dengan kepala dusun. Sehingga nilai pungutan Rp 300.000 per warga ditarik dari pengurusan Prona  untuk kemudian dianggarkan membangun TK. (dea)

  Diduga Marak, Pungli di Pasar Tradisional di Mataram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here