Terkait Bibit Bawang Sembalun, Kepala Balai Benih Diklarifikasi Polda NTB

Mataram (Suara NTB) – Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian (BPSB-P) Provinsi NTB H. Wardi  dipanggil penyidik Polda NTB, Selasa, 28 November 2017 lalu. Ia diklarifikasi soal bibit bawang putih yang ditanam warga di Sembalun, Lombok Timur (Lotim).

‘’Saya ditanya penyidik soal teknis dan aturan tentang benih,” kata Wardi dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 1 Desember 2017 sore.

Sepanjang beberapa hal yang diketahuinya, dijelaskan Wardi kepada penyidik Subdit I Industri dan Perdagan Ditreskrmsus Polda NTB  yang memanggilnya. Seperti aturan masuknya bibit apapun, termasuk bawang putih. Kemudian bagaima proses sertifikasi tanaman yang sudah dipanen dan akan dijadikan benih.

‘’Kalau soal aturan, saya jelaskan semua. Tapi soal kewenangan, saya sama sekali tidak punya kewenangan soal bawang putih itu. Karena statusnya ndak jelas, bukan bibit tapi bawang konsumsi,’’ jelasnya.

Baca juga:  Sidang OTT Imigrasi Mataram Ungkap Tarif Suap untuk Setop Kasus

Sehingga ketika ditanya hasil pantauannya, menurutnya ia tidak punya kewenangan sejauh itu.  Kalau pun turun, itu karena perintah Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI yang memintanya mengecek langsung. Karena bawang tersebut bukan bibit tapi jenis bawang konsumsi yang ditanam petani.

Memang diakuinya sempat disinggung soal proses sertifikasi benih bawang yang diimpor dari Taiwan itu. Tapi dia menegaskan sejak awal, tidak akan mengeluarkan sertifikat dengan alasan tidak jelas varietasnya. ‘’Begini, ibarat kita buat KK. Kalau akta kelahirannya tidak jelas, ndak bisa dong,’’ tegasnya.

Kewenangannya dalam masalah impor dan penanaman bawang putih Sembalun ini akan ada jika varietasnya adalah benih tertentu. Setelah ditanam kemudian dijadikan benih lagi. Maka akan ada proses pengujian sehingga dikeluarkan sertifikasi.

Baca juga:  Unsur Perbuatan Melawan Hukum Belum Terpenuhi di Kasus Proyek Rusun Sumbawa

Kasubdit I Industri dan Perdagangan Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Boyke Karel Wattimena, SIK sebelumnya menjelaskan, benih bawang putih yang ditanam di Sembalun Lotim ditelisik pihaknya. Sejumlah pihak terkait, seperti BPSB-P Provinsi NTB, Balai Karantina, rekanan pengimpor PT. KTS, kelompok tani akan dipanggil untuk diklarifkasi, termasuk Dinas Pertanian Lotim.

‘’Semua pihak yang terkait dengan impor dan proses penanaman bibit ini kita panggil,’’ ujarnya. Dalam waktu dekat, tim yang dibentuk untuk mengusut bibit yang diduga tidak sesuai spesifikasi ini akan melakukan cek ke lapangan. (ars)