BNN Tantang Pejabat dan ASN Lobar Tes Narkoba

Giri Menang (Suara NTB) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB menantang para jajaran pejabat dan ASN di Lobar melakukan tes narkoba melalui tes rambut. Langkah ini dilakukan lantaran tes narkoba melalui urine terindikasi dimanipulasi oleh oknum.

Demikian ditegaskan Kepala BNN Provinsi NTB, Brigjen Pol. Imam Margono saat memberikan sambutan pada acara Rapat Pimpinan (Rapim) II Lobar di Aula Utama Kantor Bupati di Giri Menang-Gerung, Senin (20/11). Rapim ini dipimpin Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dan dihadiri pimpinan SKPD lingkup Pemkab Lobar.

Mantan Wakapolda NTB ini mengaku, tes urine bagi pejabat dan ASN sudah sering dimanipulasi dan itu tidak cukup. Alasannya, begitu ada pengumuman di suatu lembaga akan digelar tes urine, maka kesempatan bagi pemakai, 2-3 hari sebelumnya sudah tidak memakai. Tes urine ini, kata Imam, sering disalahgunakan, karena hal itu tidak mencukupi. “Kalau dengan tes rambut saya berani tantang, kapanpun memakai pasti akan ketahuan, silakan dicoba,”  tantangnya.

Baca juga:  NTB di Ambang Darurat Narkoba

Selain penandatanganan MoU antara Bupati Lobar dengan Kepala BNN Provinsi NTB terkait pemberantasan narkoba di Lobar, rapim

juga diisi dengan sejumlah agenda lainnya. Di antaranya adalah, pengukuhan Dewan Kesenian Lombok Barat (DKLB), penyerahan secara simbolis hibah tanah serta penyerahan peta penetapan batas desa Kecamatan Narmada-Lingsar.

Menanggapi tantangan Kepala BNN ini, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menekankan kepada seluruh jajarannya supaya memiminalisir penyalahgunaan dan pengedaran narkoba. “Caranya adalah dengan test rambut,”  ujarnya.

Baca juga:  NTB di Ambang Darurat Narkoba

Bupati berharap, jangan sampai semua baru sadar kalau bahaya narkoba saat keluarga kena. Namun sebelum semua itu terjadi, baik secara pribadi maupun kelembagaan, semua bergerak untuk menanggulangi persoalan narkoba ini.

Diingatkan bupati petahana pada bursa bupati 2018 mendatang ini. ASN merupakan pusat keteladanan masyarakat, dijadikan sebagai conoh oleh masyarakat. Untuk itu dia akan bicara dengan unsur KPU, agar calon bupati yang turut mendaftar, tidak hanya tes urine, tapi bila perlu test darah juga dilakukan.

Pada kesempatan itu, bupati meminta kepada Kasatpol PP Lobar, agar melakukan tindakan yang tidak terlalu legalistik. “Kalau curiga, ya tinggal ambil saja, tidak usah minta izin saya, langsung saja ambil dan proses,”  ujarnya. (her)