Kasus Tanah Sekaroh, PN Tipikor Mataram Lakukan Sidang di Tempat

Selong (Suara NTB) – Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Mataram melakukan sidang di tempat di Kawasan Hutan Lindung Sekaroh (RTK 15) terkait terbitnya puluhan sertifikat di kawasan tersebut. Sidang di tempat ini dilakukan dengan terdakwa Kades Pemongkong, Lalu Maskan Mawalli dan terdakwa lainnya.

Sidang di tempat tersebut dimulai sekitar pukul 14.30 wita, Jumat, 17 November 2017 di lokasi Hutan Lindung Sekaroh (RTK 15) registrasi tanah hutan di Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru terkait perkara penerbitan seritifikat di dalam kawasan Hutan Lindung.

Kegiatan sidang di tempat dilakukan Majelis Hakim yang diketuai Albertus Husada,SH.MH, dan dihadiri JPU yang dipimpin oleh Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lotim, Iwan Gustiawan,SH, para terdakwa, lawyer, saksi dan saksi ahli dari Kementerian LHK Sutikno, hadir pula Kepala LPH Rinjani Timur, Lalu Saladin beserta personel polisi kehutanan.

Baca juga:  Dermaga Waduruka Jadi Temuan BPK

Dalam sidang di tempat itu, kegiatan dimulai dengan melakukan pengecekan tapal batas hutan dan jumlah sertifikat bermasalah di kawasan Hutan Lindung Sekaroh berjumlah 31 sertifikat dan dari 31 sertifikat.

Ada delapan sertifikat yang masuk dalam perkara saat ini yaitu lokasi sertifikat berjumlah 2 sertifikat di Ujung, Teluk Sunut kawasan hutan lindung sekaroh RTK (register tanah kehutanan)15 dan dilanjutkan dengan pengecekan hutan dan lokasi serifikat di Temeak berjumlah 1 sertifikat dan terakhir pantai Pink berjumlah 5 sertifikat.

Dalam pengecekan patok batas, Majelis Hakim menanyakan bentuk patok dan lokasi patok pada tahun 90-an dengan keadaan patok yang sekarang dan saksi dari kehutanan membenarkan patok tersebut hanya sudah dilakukan perehaban.

Menurut terdakwa Lalu Maskan Mawalli,S.sos, bahwa patok tahun 1993 yang ada di Ujung Segui tidak sama dengan patok yang ada sekarang dan pada saat pemasangan patok pada tahun 1993, terdakwa belum menjabat sebagai Kepala Dsa Pemongkong.

Baca juga:  Kontraktor Dermaga Waduruka Terancam Masuk Daftar Hitam

Bahkan, yang menjadi pertanyaan dan kekecewaan terdakwa bahwa dari 6 orang terdakwa, hanya dirinya yang ditahan dari sejak proses penyelidikan oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri Lotim. Namun demikian, terdakwa berkeyakinan dari semua rangkaian proses persidangan bahwa terdakwa akan lolos dari tuntutan tindak pidana korupsi/penyahgunaan wewenang yang didakwakan.

Proses sidang di tempat itu mendapat pengamanan ketat yang dilakukan oleh gabungan dari Brimob Labuan Haji, 1 peleton Sabhara Polres Lotim, anggota Polsek Jerowaru dan sat Intel gabungan TNI/Polri Lotim. Kegiatan sidang di tempat selesai pukul16.50 wita berjalan aman. (yon)