Ngajak Silaturahmi Malah Menyetubuhi

Mataram (Suara NTB) – Akibat perbuatannya memperkosa pacar sendiri, EN (19) warga Lombok Barat harus mendekam di bui. Kekasihnya itu bahkan sampai hamil enam bulan.

Dia ditangkap Satreskrim Polres Mataram Kamis, 16 November 2017 lalu di rumahnya. “Atas dugaan menyetubuhi anak di bawah umur,” ungkap Kasatreskrim Polres Mataram, AKP Kiki Firmansyah Effendi, Jumat, 17 November 2017.

Tersangka EN menyetubuhi korbannya yang masih berusia 17 tahun sebanyak empat kali. Perbuatan itu dilakukannya selama rentang waktu sejak Februari sampai April 2017.

Baca juga:  Kekerasan Seksual Oknum Guru Bimbel, Sakti Peksos NTB Dampingi Trauma Korban

Modusnya, tersangka mengajak korban untuk bersilaturahmi ke rumah keluarga. Walaupun ternyata di rumah itu kerap kosong karena ditinggal penghuni. Sementara tersangka disuruh menjaga rumah.

“Dalam kesempatan itu tersangka mengajak korban berhubungan. Karena korban menolak sehingga tersangka memaksa. Tersangka juga membujuk rayu akan menikahi korban,” kata Kiki.

Namun, rayuan tersangka kepada korban hanya tinggal janji kosong. Enam bulan mengandung, korban tak kunjung dinikahi.

Tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat 1 juncto pasal 76 e UU RI No 35/2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Thaun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Baca juga:  Kekerasan Seksual Oknum Guru Bimbel, Sakti Peksos NTB Dampingi Trauma Korban

“Tersangka diancam dengan hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp 15 miliar,” tegas Kiki.

Sementara tersangka EN mengaku sudah berpacaran dengan korban selama setahun. Sebelumnya mereka berkenalan lewat Facebook.

Dia pun mengetahui kekasihnya itu hamil dan pernah menghadap orang tua korban untuk mempersunting korban. “Tapi orang tuanya ndak setuju. Karena beda agama,” kata EN. (why)