Prostitusi Oknum Pelajar Dinilai Belum Kronis

Mataram (Suara NTB) – Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB yang membidangi urusan perlindungan perempuan dan anak, H.MNS. Kasdiono, SH tidak menampik  kasus prostitusi yang melibatkan oknum  pelajar terjadi di daerah ini.

Namun menurutnya, belum pada tingkat yang kronis seperti di kota besar lain. Apa yang ditemukan, dikatakannya bersifat kasuistis.

‘’Kalaupun ada hasil investigasi itu,  saya kira masih kasuistis, kalaupun ada. Jadi belum parah kalaupun itu ada terjadi,’’ ujarnya.

Baca juga:  Gandeng Telkomsel, Amman Mineral Persiapkan 500-an Pelajar KSB Era Industri 4.0

Politisi Partai Demokrat itu mengatakan, salah satu penyebab utama terjadinya dugaan praktik prostitusi pelajar itu, tidak lepas dari persoalan perubahan tren  gaya hidup yang semakin konsumtif. Kondisi itu telah mendorong terjadinya praktik-praktik menyimpang yang dilakukan oknum pelajar.

‘’Jadi masalah ini kenapa bisa terjadi, mungkin karena pengawasan internal kita lemah. Tetapi yang lebih  besar itu disebabkan oleh tren perubahan perilaku hidup yang semakin konsumtif. Inilah akar permasalahan yang kita semua harus pahami,’’ katanya.

Baca juga:  Gandeng Telkomsel, Amman Mineral Persiapkan 500-an Pelajar KSB Era Industri 4.0

‘’Jadi gaya hidup berubah, makanya kalau soal ekonomi bukan hal mendasar, karena mungkin berkecukupan, tapi dorongan itu,’’ tambahnya.

Mengatasi masalah ini, tidak serta merta dengan jalan edukasi. Tapi juga pengawasan dari keluarga dan penanaman nilai-nilai agama. ‘’Saya kira kembali lagi bicara penyelesaian jalur sekolah, tapi pendidikan agama itu paling diutamakan, sangat penting,’’ katanya. (ndi)