Bandar Tramadol Diancam 15 Tahun Penjara

Mataram (Suara NTB) – Bandar tramadol berinisial DS, asal Kamasan, Monjok, Selaparang, Kota Mataram akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Dia diancam penjara paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Kapolres Mataram melalui Kasubbag Humas, AKP I Made Arnawa, menyebutkan, DS ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik mengantongi bukti yang cukup untuk menjerat.

“Dua alat bukti keterangan saksi dan keterangan ahli berdasarkan pasal 184 KUHAP, juga barang bukti yang telah diamankan sebelumnya,” ujarnya ditemui Kamis, 20 September 2017.

Dua orang  terkait peredaran tramadol DN (24) dan MR (25) diamankan Selasa, 12 September 2017 lalu di kantor agen pengiriman paket kilat di Karang Sukun, Mataram Timur, Mataram.

Baca juga:  Residivis Narkoba Ditangkap Diduga Karena Mencuri

Barang bukti yang diamankan 2.520 strip pil tramadol yang dikirimkan dalam dua dus,

telepon genggam, dan resi pengiriman. Pil tersebut diakui DN dipesan dari Sulawesi Selatan dan dikirim dari Jakarta.

Arnawa menambahkan, dari hasil gelar perkara beberapa waktu lalu, penyidik mengungkap peran DS sebagai pemilik obat daftar G yang sudah dicekal BBPOM itu.

“MR hanya sebagai saksi, dia temannya DS yang menyampaikan kalau barang kirimannya sudah sampai di TKP,” terangnya. DS sudah ditahan di Rutan Polres Mataram.

Baca juga:  Bandar Tramadol Ditangkap

Tersangka dijerat pasal 197 UU 36/2009 tentang Kesehatan juncto pasal 53 KUHP. “Ancaman penjara paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar,” kata Arnawa.

Pelaku DN, mengakui menjual tramadol menjual dalam jumlah besar kepada pengecer di bawahnya. Harganya per 25 strip antara Rp 50 ribu sampai Rp 55 ribu.

Ribuan tramadol yang itu rencananya untuk memenuhi permintaan pelanggan tetap yang berada di Gomong, Mataram. (why)