Tiga Terduga Pelaku Penusukan Pelajar Diamankan Polres Lotim

Selong (Suara NTB) – Bentrok antarpelajar yang terjadi pada Sabtu, 9 Septembet 2017 hingga terjadinya penganiayaan dan penusukan terhadap dua siswa SMAN 1 Masbagik terus diatensi aparat Polres Lotim. Saat ini tercatat sebanyak tiga orang sudah diamankan sebagai terduga pelaku  penganiayaan dan penusukan.

Dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 11 September 2017, Kapolres Lombok Timur (Lotim), AKBP. Wingky Adithiyo Kusumo, SIK, MH., menjelaskan pihaknya sudah mengamankan tiga orang yang diduga menjadi dalang penganiayaan dan penusukan dua pelajar SMAN 1 Masbagik usai menonton pertandingan futsal di GOR Selaparang Selong. Disebutkan Wingky, pemeriksaan secara intens dilakukan selama 2×24 jam dan secepatnya akan dilakukan penetapan tersangka.

Baca juga:  Penadah Himpun Barang Curian Senilai Ratusan Juta

“Sejumlah terduga pelaku sebanyak tiga orang sudah kita amankan. Dari ketiganya kita gali informasi siapa saja pelaku dan motifnya, sehingga terjadi hal seperti itu,”terangnya.

Dari pemeriksaan sementara yang dilakukan terhadap tiga terduga pelaku, Kapolres menyebut dari tiga orang itu, ada yang masih berstatus pelajar dan sudah berhenti sekolah. Selain mengamankan tiga orang itu, sejumlah barang bukti juga sudah diamankan, baik berupa ekor pari maupun batu yang digunakan oleh pelaku menganiaya dan menusuk korban yang saat ini masih menjalani perawatan medis.

 “Dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap tiga orang terduga pelaku. Tidak menutup kemungkinan juga adanya pelaku-pelaku lain yang diamankan,”jelasnya.

Baca juga:  Dua Pemuda di Sayang – Sayang Bobol Rumah Tetangga

Sementara,  Kepala SMKN 1 Selong, Martua Hamonangan Nasution, mengaku menyayangkan terjadinya insiden tawuran antar pelajar yang melibatkan siswanya. Akan tetapi, katanya, kejadian tersebut terjadi di luar jam sekolah. Terkait adanya keterkaitan dengan kegiatan apa, hal tersebut hingga saat ini masih dikoordinasikan dengan pihak kepolisian untuk mengkroscek pokok permasalahan serta siapa pelakunya. Hamonangan mengaku mendapat laporan perkelahian itu pada Minggu, 10 September 2017, siang hari

Selain itu, lanjutnya, dari koordinasi yang dilakukan dengan pihak panitia penyelenggara pertandingan futsal itu, saat pertandingan berlangsung tidak adanya masalah. “Kita juga masih gali permasalahan ini dengan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait,” ujarnya. (yon)