Penyelundupan Koral dari Sumbawa Digagalkan di Lobar

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 605 buah terumbu karang hias dari Sumbawa digagalkan penyelundupannya di Gerung, Lombok Barat. Ratusan terumbu karang rentan punah itu diduga akan dikirimkan ke Bali.

Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kelas II Mataram, Muhlin mengungkapkan, komoditi perikanan itu diselundupkan lewat ekspedisi truk.

“Sebanyak 10 koli dikemas menggunakan kotak gabus dan dibungkus karung,” ungkapnya dikonfirmasi, Selasa, 29 Agustus 2017.

Terumbu karang tersebut, lanjut dia, diangkut dengan mobil pikap dari Sumbawa, Senin, 28 Agustus 2017 dan hendak ditransfer ke truk yang akan menyeberang ke Bali hari itu.

Sopir truk berinisial A mengaku merupakan orang suruhan sang pemilik dari Sumbawa. Pada saat pemindahan barang di Jalan Raya Lembar, Gerung, Lombok Barat penyelundupan itu terungkap.

Baca juga:  Curi Motor Teman Sendiri Demi Sabu dan Judi

Petugas gabungan Polsek KP3 Lembar dan BKSDA Provinsi NTB kemudian datang bersama-sama menyelidiki. “Jadi terumbu karang ini tanpa dilengkapi dokumen,” jelasnya.

Muhlin menjelaskan, barang bukti tindak pidana sesuai UU 5/1990 tentang Konservasi SDA dan ekosistemnya itu dilepasliarkan di Pantai Kadinan, Sekotong Barat.

“Untuk menjamin kelangsungan hidupnya, kita kembalikan lagi terumbu karang ini ke habitatnya,” kata dia.

Ia menambahkan, terumbu karang yang diamankan tersebut masuk dalam daftar apendiks II Convention on International Trade In Endangered Species (CITES) of Wild Fauna And Flora.

“Artinya rentan punah, kalaupun diperdagangkan ada kuotanya dan harus memiliki surat-surat,” terang dia. Kerugian yang timbul diduga mencapai Rp 120 juta. “Itu baru sampai Bali, kalau sudah diekspor bisa sampai di atas Rp 400 juta.

Baca juga:  Karyawan Subkontraktor Curi Meteran Listrik Pelanggan

Kepala BKSDA Provinsi NTB, Widodo menjelaskan, perdagangan terumbu karang yang masuk dalam daftar apendiks II harus dilengkapi dengan izin Surat Angkut Tumbuhan Satwa-Dalam Negeri (SATS-DN).

“Kami melayani penerbitan surat itu, tapi untuk yang ini tidak ada kelengkapan surat tersebut,” ujarnya lewat sambungan telepon.

Mengenai penyelidikan pemilik terumbu karang dimaksud, Widodo mengungkapkan masih ditelusuri penyidik PNS Bid Gakkum BKSDA NTB. “Memang itu modusnya, karena di sini tidak ada jalur ekspor. Dikirim ke Bali dulu,” pungkasnya. (why)