Ditetapkan sebagai Tersangka Korporasi, PT. APC Praperadilankan Kejari Lotim

Selong (Suara NTB) – Setelah ditetapkan sebagai tersangka korporasi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur (Lotim). PT Autore Pearl Culture (APC), melakukan perlawanan dengan melayangkan gugatan praperadilan (PP) terhadap Kejari Lotim.

Berkas gugatan praperadilan saat ini sudah diterima oleh pihak Pengadilan Negeri (PN) Selong dengan pelaksanaan sidang diagendakan atau ditetapkan pada tanggal 15 Agustus mendatang.

Dikonfirmasi di kantornya, Jumat, 4 Agustus 2017, Humas Pengadilan Negeri (PN) Selong, Anton Budi Santoso, SH, MH., mengakui berkas pengajuan praperadilan yang diajukan oleh PT. APC dengan termohon atau tergugat pihak kejaksaan sudah diterima beberapa hari yang lalu.

Dalam permohonan praperadilan oleh PT APC, yakni terkait penetapan tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi pengguna kawasan hutan Sekaroh (RTK 15) di Desa Sekaroh untuk kegiatan usaha PT. APC sejak tahun 2005 hingga tahun 2017 oleh Kepala Kejari Lotim. Nomor: Tap-63/P.2.12/Fd.1/07/2017 tertanggal 18 Juli 2017.

Baca juga:  Penahanan Tersangka di Kasus OTT SNVT PP NTB Diperpanjang

“Berkasnya beberapa hari yang lalu sudah masuk, kemudian penetapan sidangnya pada tanggal 15 Agustus ini,” ujarnya.

Untuk pelaksanaan proses sidang agar dapat berjalan lancar, Anton menyebut sudah

melakukan pemanggilan secara resmi terhadap pihak kejaksaan. “Panggilan sudah kita lakukan kepada pihak termohon,” jelasnya.

Untuk penentuan putusan dalam sidang gugatan itu, Anton menjelaskan sesuai dengan aturan dalam KUHAP, gugatan praperadilan dapat diputus paling lambat sepekan atau selama 7 hari sidang praperadilan akan dapat putus langsung. “Jadi sidangnya nanti non stop selama tujuh hari itu, sehingga langsung putus,” ujarnya.

Baca juga:  Berkas Tersangka Kasus Marching Band Dibawa Lagi ke Jaksa

Sementara, Kasi Pidsus Kejari Lotim, Iwan Gustiawan saat dikonfirmasi enggan menanggapi terlalu jauh terkait sikap PT. APC yang mengambil langkah praperadilan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan hak dari yang bersangkutan. ” Ngak apa-apa, itu haknya, nanti kita tanggapi di persidangan iya,” jawabnya singkat.

Diketahui sebelumnya, penetapan PT APC sebagai tersangka pasca terlebih dahulu ditetapkan mantan Kepala Dishut NTB, Ir. AP sebagai tersangka atas kasus dugaan pemanfaatan kawasan hutan lindung Sekaroh. PT. APC Ditetapkan sebagai tersangka korporasi oleh Kejari Lotim.

Perusahaan asing yang bergerak di bidang budidaya mutiara itu ditetapkan sebagai tersangka dikarenakan penyidik dari Pidsus Kejari Lotim memiliki alat bukti yang cukup terkait penyalahgunaan pemanfaatan hutan tersebut. (yon)