KDRT Masih Dominasi Kasus Kekerasan di Lotim

Selong (Suara NTB) – Hingga pertengahan tahun 2017 ini, Polres Lombok Timur (Lotim) mencatat sebanyak 50 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi. Dari jumlah itu, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih mendominasi.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lotim, Aipda. I Nengah Wardika, SH., menyampaikan, dari berbagai macam kekerasan, baik kekerasan fisik maupun seksual terhadap perempuan dan anak. Hingga pertengahan tahun 2017, jumlah kasus yang ditangani sebanyak 50 kasus. Dari jumlah itu, kasus KDRT merupakan paling tinggi dengan kasus sebanyak 19 kasus ke atas, sementara yang lain di bawah 10 kasus.

Baca juga:  Wagub NTB Dinobatkan sebagai Perempuan Inspiratif Indonesia

“Kasus kekerasan yang mendominasi adalah KDRT atau berdasarkan laporan yang masuk. Dari jumlah itu, 12 kasus di antaranya dicabut,” jelasnya, Jumat, 4 Agustus 2017.

Sementara, untuk kasus kekerasan terhadap anak yang ditangani oleh PPA, katanya, hingga saat ini masih terus berjalan. Akan tetapi, secara total keseluruhan, jika 70 persen kasus yang ditangani sudah selesai dan dilimpahkan ke kejaksaan.

Menurut I Nengah Wardika, tingginya laporan KDRT di Kabupaten Lotim disebabkan meningkatnya kesadaran masyarakat terkait hukum. Untuk itu, apapun jenis dan bentuk kekerasan yang dialami oleh masyarakat, khususnya kaum perempuan dan anak dilapor ke aparat kepolisian. “Kesadaran hukum yang menyebabkan masyarakat mudah melapor,” sebutnya.

Baca juga:  Wagub NTB Dinobatkan sebagai Perempuan Inspiratif Indonesia

Untuk terus meminimalisir terjadi kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Lotim. Disebutkan pihaknya terus melakukan sosialisasi ke tengah-tengah masyarakat dengan berkoordinasi dengan pemerintah, dalam hal ini P2TP2A yang merupakan bagian dari DP2AKB Lotim. “Sosialisasi tetap kita lakukan,” klaimnya. (yon)