Ijazahnya Dipersoalkan, Politisi PDIP Ancam Lapor Polisi

Tanjung (Suara NTB) – Salah satu politisi PDIP yang kini duduk di anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU), L. M. Zaki, mengaku nama baiknya dicemarkan oleh oknum warga lantaran mengungkit keabsahan legalitas ijazahnya. Ia bahkan telah meminta oknum warga tersebut meminta maaf, namun hingga batas waktu yang ditentukan belum dilakukan.

“Dari teman-teman dan Ketua Kehormatan DPD PDIP, Raden Nuna Abriadi, kita disuruh lapor balik. ini dianggap sebagai pencemaran nama baik,” kata Zaki, kepada Suara NTB, Jumat, 28 Juli 2017.

Pelapor yang belum diketahui identitasnya itu, kata Zaki, telah memasukkan informasi kepada Intel Polres Lombok Utara. Bahkan menurut keterangan Polisi yang mendatanginya, oknum warga tersebut bahkan berani bersumpah jika ijazahnya ilegal.

Atas tuduhan itu, Zaki kepada intel polres yang mendatanginya di ruang kerja Komisi III DPRD beberapa waktu lalu, mempersilakan untuk mengusut tuntas. Persoalan ijazahnya bisa ditelusuri di Kecamatan Praya Timur di mana ia bersekolah dari SD, SMP, dan SMA.

Di hadapan intel tersebut, Zaki mengakui telah

menunjukkan copi seluruh ijazah yang digunakannya untuk sampai ke kursi Dewan KLU. Jika memanipulasi ijazah, maka menurut Zaki, dirinya tak akan diluluskan dalam verifikasi administrasi saat mendaftar di KPU tahun 2014 lalu.

“Saya minta Polisi telusuri sampai di Praya. Di FB (facebook) saya juga minta yang bersangkutan (pelapor) datang ke rumah dalam 2×24 jam. Tapi sampai sekarang orang itu tidak berani datang untuk meminta maaf,” kata Zaki.

Saat ini, Zaki mengaku dirinya tengah mengikuti Bintek DPRD KLU di Jakarta. Sekembalinya ia akan meminta pendapat dari koleganya baik di Partai maupun lembaga (DPRD).

“Apakah akan kita diamkan atau lanjutkan. Saya masih tidak enak ambil kesimpulan sendiri. Tapi sampai sekarang belum ada pemanggilan resmi, cuma secara pribadi intel itu datang ke kantor,” katanya.

Untuk diketahui, Zaki tercatat menamatkan pendidikan SD di SDN 1 Sukaraja Kecamatan Praya Timur pada 19 Mei 1984. Selanjutnya jenjang SMP ditamatkan di SMPN 1 Praya Timur, 6 Juni 1987 dan tamat SMA di SMAN 1 Praya tamat tahun 8 Juni 1992. (ari)