Darurat Tramadol, Pemkot Berencana Edukasi di Tempat Ibadah

Kota Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kota Bima terus berupaya bekerja keras, untuk memutus mata rantai, peredaran serta penyalahgunaan obat keras jenis tramadol. Salah satunya berencana memberikan edukasi atau sosialisasi di tempat-tempat ibadah.

Wakil Walikota (Wawali) Bima, H. A. Rahman H. Abidin SE, mengatakan, pihaknya berencana akan terus mengkampanyekan dan sosialisasi terhadap masyarakat, dampak dari penyalahgunaan obat tersebut.

“Edukasi dan sosialisasi ini diharapkan dapat meminimalisir peredaran dan penyalahgunaannya,” ucap dia.

Dikatakannya, langkah pertama yang direncanakan yakni, menyisipkan beberapa pesan dan arahan, dampak serta bahayanya menyalahgunakan obat tersebut ke dalam materi khutbah shalat Jumat.

“Saya inginkan hal ini dilakukan selama enam bulan berturut-turut. Selain itu, pada acara atau kegiatan lainnya juga disisipkan pesan, ajakan dan arahan yang sama,” katanya.

Wawali berpendapat, sebagian masyarakat masih menganggap dengan mengonsumsi obat tramadol, pekerjaan yang berat bisa menjadi enteng dan ringan. Padahal hal tersebut berbanding balik. Jangka panjangnya, bisa menganggu sistem saraf.

“Ada yang salah persepsi dan pemahaman terkait konsumsi obat ini. Makanya diperlukan edukasi dan sosialisasi secara intens,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan seluruh sektor. Membahas secara bersama, langkah serta solusi untuk meminimalisir peredaran dan penyalahgunaannya.

“Antar sektor harus kita libatkan untuk memberikan pemamahamn dan kesadaran masyarakat tentang dampak obat ini,” katanya.

Dia menegaskan, dalam penangananya, pihaknya juga tidak hanya melibatkan internal Pemerintah. Dia mengajak seluruh lintas sektor untuk bergerak serta turun tangan menangani persoalan tersebut.

“Penanganannya diharapkan semua pihak turun tangan dan ikut terlibat. Memberikan pemahaman dan edukasi akibat pengaruh dan dampak dari obat ini.” (uki)