Cerita Tentara yang Putranya Lulus Seleksi Masuk Akpol

Mataram (Suara NTB) – Sembilan peserta seleksi Akpol 2017 panitia daerah NTB akan bertarung lagi dengan ratusan peserta lainnya dari seluruh Indonesia mulai tengah pekan ini. Seleksi di NTB diklaim murni tanpa sogokan.

Seperti diceritakan Danramil 1606-4/Gerung, Kapten Inf Marito, salah satu orang tua peserta yang lulus seleksi.

“Saya tidak pernah membekali serupiahpun untuk melakukan hal negatif, apalagi suap. Hanya saya bekali kemampuan akademik dan fisik,” ujarnya, Selasa,11 Juli 2017.

Ia menilai menilai sistem rekrutmen calon anggota Polri, khususnya Akpol sangat terbuka dan berjalan sangat fair.

Orang tua peserta lainnya, Busri, warga Desa Ombe Baru, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, mengungkapkan hal senada. Meski ia keluar uang untuk keperluan lain, tetapi tidak pernah ia mengeluarkan uang untuk menyogok.

Baca juga:  Kapolda NTB Perintah Usut Dugaan Pungli Rekrutmen Bintara

“Memang saya ada dengar kabar kalau seleksi polisi harus punya uang untuk sogok. Ternyata itu tidak benar sama sekali. Ini saya dan anak saya buktinya,” ucapnya bangga.

Sebelumnya ia tidak menyangka putranya dapat lulus seleksi di tingkat daerah. Putra Busri dan Marito masih harus bersaing kembali pada seleksi nasional di Semarang.

Sementara Kapolda NTB, Brigjen Pol Firli menyebutkan, putra-putri NTB yang mengikuti seleksi Akpol mencapai 106 orang. Hasil seleksi hanya meluluskan sembilan orang.

Baca juga:  Kapolda NTB Perintah Usut Dugaan Pungli Rekrutmen Bintara

Para peserta yang lulus seleksi tingkat daerah itu akan berangkat ke Akpol Semarang, Kamis, 13 Juli 2017 ini untuk diseleksi panitia pusat.

“Sistem penerimaan siswa dan siswi Akpol tetap menggunakan sistem terbuka transparan, akuntabel, clier, bersih tidak ada percaloan, tidak ada penyimpangan dan itu adalah komitmen kita bersama,” ujarnya.

Ia mengaku bangga dan mendukung para peserta yang lulus tanpa intervensi selama proses seleksi. Kapolda berpesan untuk kembali gigih berjuang di seleksi selanjutnya. (why)