Dua Minggu Operasi, Ini Temuan Kodim 1514/Dompu

Dompu (Suara NTB) – Selama dua minggu menggelar operasi pemberantasan pembalakan liar di Dompu, Kodim 1614/Dompu berhasil mengamankan puluhan kubik kayu diduga hasil tebangan liar. Baik kayu sudah berbentuk balok maupun masih gelondongan. Pajang dan jenisnya pun bervariasi, tapi paling dominan yakni kayu jenis sonokeling.

Dandim 1514/Dompu, Letkol CZI Arif Hadiyanto, SIP melalui Danunit Inteldim, Lettu Kav M Kasim mengungkapkan kayu-kayu tersebut paling banyak ditemukan di wilayah pengelolaan KPH TPMRW tepatnya di kawasan hutan Teka Ndahu Kecamatan Huu.

“Perintah langsung Komandan Atas untuk melaksanakan operasi menindaklanjuti pembalakan liar, ndak nyampe satu bulan itu cuma dua minggu kita turun kita dapatkan puluhan kubik kayu,” katanya kepada Suara NTB ditemui di Makodim, Rabu, 21 Juni 2017.

Baca juga:  Korem 162/WB Asah Kemampuan Menembak

Puluhan kubik kayu ini sebut M. Kasim pertama kali ditemukan di Kecamatan Huu dengan total volume 11,5 kubik, kemudian di Desa Keramabura enam kubik dengan dua titik penemuan dan di Desa Kwangko 3,5 kubik. Selain barang bukti kayu pihaknya juga mengamankan dua unit kendaraan yang digunakan untuk mengangkut kayu-kayu tersebut.

Sementara untuk para pelaku penebangan sejauh ini lanjut M. Kasim belum ada yang berhasil tertangkap, targetnya usai lebaran nanti Kodim akan melanjutkan operasi untuk meringkus oknum-oknum yang terlibat.

“Selesai lebaran kita tidaklanjuti lagi, kita akan dalami terus sesuai dengan perintah komandan atas lewat Danrem, Dandim. Kami sebagai anggota di lapangan melaksankan perintah itu. Dari beberapa kali penangkapan untuk pemilik kayu sementara ini belum kita dapatkan,” jelasnya.

Baca juga:  Danrem akan Tindak Tegas Beking Tambang Ilegal

Mengingat kayu temuan ini dominan jenis sonokeling pihaknya akan tetap menindaklanjuti prosesnya, sebab dalam aturannya kayu jenis ini sudah dilarang untuk ditebang. Disinggung soal kendala lapangan M. Kasim menegaskan selama operasi internal berlangsung belum ada kendala berarti.

Kendala itu ditemukan pihaknya ketika menggelar operasi bersama instansi lain, sebab dari beberapa kali operasi yang digelar minim penemuan barang bukti, diduga ada oknum yang sengaja membocorkan informasi kepada para pelaku pembalakan liar.

“Terindikasi ada oknum dari tim gabungan yang bermain, sehingga hasilnya tidak ada. Makanya dengan kejadian itu Komandan Kodim memerintahkan untuk laksanakan sendiri,” pungkasnya. (jun)