HUT Ke-53, Dharma Pertiwi Mampu Dukung Tugas Pokok TNI

Mataram (Suara NTB) – Organisasi istri anggota TNI AD, AL dan AU yang tergabung dalam Dharma Pertiwi menggelar peringatan HUT ke 53 Jumat, 28 April 2017. Acara syukuran Dharma Pertiwi Koorcab NTB Daerah “J”  berlangsung khidmat di  Gedung R. Mulyadi, Pangkalan Angkatan Laut Mataram.

Hadir dalam kegiatan itu Danrem 162/WB Kol.l Inf. Farid Makruf, MA bersama istri, bersama Danlanal Mataram, Kol. Mar. Djentaju Suprihandoko bersama istri dan Kol. Pnb. Bambang Gunarto, bersama istri.

Danrem selaku pembina dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan memberikan apresiasi, karena  Dharma Pertiwi telah melakukan berbagai aktivitas dan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan prajurit dan keluarganya. Selain itu, menyentuh kehidupan masyarakat yang masih membutuhkan uluran tangan.

Baca juga:  Terkait Polemik Nama Bandara, Danrem Beri Peringatan

‘’Semua ini menjadi bukti bahwa Dharma Pertiwi benar-benar dapat memberikan kontribusi yang positif dalam rangka mendukung tugas pokok TNI,’’ jelas Danrem.

Selanjutnya Danrem menyampaikan ucapan terimakasih kepada ibu-ibu anggota Dharma Pertiwi yang telah dengan setia mendoakan dan mendampingi langkah pengabdian para suami. Sebab menurutnya, dengan dukungan dan doa dari ibu-ibu Dharma Pertiwi,  pelaksanaan tugas dan tanggung jawab menjadi lebih baik.

Tema yang diusung dalam peringatan HUT kali ini “Dharma Pertiwi Bertekad Meningkatkan Kualitas Keluarga Prajurit Yang Kreatif, Guna Mewujudkan TNI Yang Hebat, Profesional Dan Dicintai Rakyat”.

Tema ini menurutnya mencerminkan  kebulatan tekad segenap keluarga besar Dharma Pertiwi untuk senantiasa sekuat tenaga, membangun kebersamaan  melalui berbagai bidang kegiatan, baik kegiatan di bidang sosial, kemajuan pendidikan dan meningkatkan kualitas keluarga prajurit TNI maupun lingkungannya.

Baca juga:  Terkait Polemik Nama Bandara, Danrem Beri Peringatan

Sementara Ny. Sally Farid Makruf yang membacakan sambutan Ketua Dharma Pertiwi pusat menjelaskan, organsiasi yang disahkan tanggal 6 Maret 1972 itu,  dibentuk untuk meningkatkan peranan wanita Indonesia dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur, sekaligus memberikan semangat serta motivasi kepada suami dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai anggota TNI.

‘’Dharma Pertiwi agar menjadi organisasi yang lebih mandiri dan selalu konsisten dalam mengaktualisasikan semangat, sesuai dengan tujuan organisasi. Terutama dalam meningkatkan kualitas dan mewujudkan kesejahteraan keluarga prajurit dan masyarakat pada umumnya,’’ jelasnya.

Usia 53 tahun menurut Danrem tergolong dewasa, banyak dinamika yang dialami oleh Dharma Pertiwi dalam mengemban dan menjalankan pengabdiannya. (ars/*)