Terduga Pencuri Sarang Walet di Ampenan Ditangkap

Mataram (Suara NTB) – Komplotan pencuri sarang walet tertangkap. Otak sekaligus pengepul, ED alias SD (40) dijemput paksa akhir pekan lalu. pria asal Kampung Banjar, Ampenan itu diduga mencuri belasan Kilogram sarang burung walet bersama tiga kawanannya yang kini buron.

“Pencurian sarang burung walet di dua TKP. Kerugiannya mencapai Rp 42 juta,” ungkap Kapolres Mataram melalui Kanit Tipidter, Iptu I Nengah Sukarta, ditemui di Mapolres Mataram, Sabtu, 22 April 2017.

Ia menjelaskan, pelaku ditangkap di rumah mertuanya di Rarang, Lombok Timur, Kamis, 20 April 2017 sekitar pukul 20.30 Wita tanpa perlawanan. Turut diamankan juga 24 sarang burung yang belum sempat dijual.

Baca juga:  Perantara Jadi Otak Pencurian Dumptruck

Pelaku yang sehari-hari menjadi buruh bangunan itu diduga beraksi bersama IW, IP, dan ED. Ketiganya adalah eksekutor. Sementara SD yang bertugas menjual hasil curian.

“Saat beraksi ED ini yang memantau situasi. Tiga kawannya masuk ke lantai dua dengan memanjat tembok. Masuk lewat lubang jendela,” jelasnya.

Dua TKP itu antara lain, Jalan Saleh Sungkar Lingkungan Baturaja, Kelurahan Ampenan Utara, sarang burung walet milik H. Syeh Bages pada 9 Januari lalu. Dua pekan berselang di Kampung Banjar, Kelurahan Ampenan Selatan milik H. Syeh Hararah.

Baca juga:  Perantara Jadi Otak Pencurian Dumptruck

Hasil curian di dua tempat itu, kata Sukarta, sebagian sudah dijual ke seseorang di Pasar Cakranegara dan di Cemara, Kecamatan Selaparang. “2 Kg dijual seharga Rp 5 juta,” kata Karta.

Uang hasil curian itu kemudian dibagi empat. “Saya dapat Rp 1 juta,” kata SD mengakui perbuatannya. SD dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun. (why)