Siti Aisyah Juga Dijerat UU ITE

Mataram (Suara NTB) – Tersangka dugaan penistaan agama, Siti Aisyah akan dijerat dengan pasal berlapis, satu diantaranya yakni UU ITE. Penyidik Subdit I Ditreskrimum Polda NTB mendalami kembali upaya penyebaran paham diduga menyimpang Rumah Mengenal Al Qur’an.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti mengatakan, penjeratan pasal di dalam UU ITE itu menyusul petunjuk P-19 jaksa Kejati NTB. “Jaksa minta dimasukkan UU ITE,” sebutnya ditemui Kamis, 30 Maret 2017.

Dalam berkas P-19 itu, jaksa peneliti memberi petunjuk soal dugaan penyebaran ajaran diduga menyimpang Rumah Mengenal Al Qur’an pimpinan Siti Aisyah lewat media daring.

Berangkat dari petunjuk itu, sambung dia, penyidik Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda NTB akan menggandeng Subdit II Cyber Crime Ditreskrimsus. “Joint investigation bersama tim Cyber Crime,” terangnya.

Ia menambahkan, upaya penyebaran lewat jejaring siber itu dilakukan tersangka lewat tiga laman, salah satunya rumahmengenalalquran.com. Laman

berbahasa Inggris itu hingga berita ini ditulis masih bisa diakses.

“Diduga menyebarkan lewat tiga alamat web,” kata Tri Budi. Untuk melengkapi berkas, penyidik juga akan memintai keterangan ahli ITE.

Tersangka Siti Aisyah dijerat dengan pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.

Tersangka diduga menyebarkan ajarannya untuk hanya percaya kepada Al Qur’an tanpa Al Hadis. MUI NTB pun langsung bersikap dengan menyatakan ajaran itu sesat.

Modus-modus yang dilakukan tersangka diantaranya mengajak orang lewat situs web, serta mengundang orang ke rumahnya di ruko di Jalan Bung Karno, Pagutan, Mataram.

Bukti-bukti yang sudah diamankan pada saat penutupan tempat tersebut, antara lain selebaran berisi ayat-ayat suci, amplop berisi uang tunai, dan peralatan komputer.

Tersangka pernah mengajak siswa-siswa untuk bergabung dengan menawarkan selebaran dan uang tunai Rp 50 ribu. (why)