Berkas Siti Aisyah Dikembalikan Jaksa

Mataram (Suara NTB) – Jaksa mengembalikan berkas kasus dugaan penodaan agama tersangka Siti Aisyah. Berkas itu menurut jaksa belum lengkap. Ada beberapa poin keterangan saksi yang masih diperlukan penambahan.

“P-19 dari jaksa. Ada beberapa keterangan yang harus ditambahkan,” kata Wadirreskrimum Polda NTB, AKBP Nurodin, Jumat, 24 Maret 2017 di Mapolda NTB.

Penambahan keterangan itu, lanjut dia, yakni keterangan ahli pidana, ahli bahasa, dan ahli agama soal cara-cara tersangka berupaya menyebarkan ajaran Rumah Mengenal Alquran.

“Perlu ada penambahan dari saksi ahli,” sebut dia. Tak hanya itu, tersangka pun masih perlu diambil lagi keterangannya terkait perannya dalam kasus yang terungkap awal

“Tersangka juga akan kita periksa lagi,” kata Nurodin. Pengembalian berkas itu menurutnya bukan soal kondisi kejiwaan tersangka yang memang sampai saat ini belum dicek.

Siti Aisyah ditetapkan sebagai tersangka dugaan menyebarkan ajaran menyimpang lewat Rumah Mengenal Alquran. Tersangka dijerat dengan pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.

Tersangka diduga menyebarkan ajarannya untuk hanya percaya kepada Alquran tanpa Alhadist. MUI NTB pun langsung bersikap dengan mennyatakan ajaran itu sesat.

Modus-modus yang dilakukan Siti Aisyah yakni mengajak orang lewat situs web, serta mengundang orang ke rumahnya di ruko di Jalan Bung Karno, Pagutan, Mataram.

Bukti-bukti yang sudah diamankan pada saat penutupan tempat tersebut, antara lain selebaran berisi ayat-ayat suci, amplop berisi uang tunai, dan peralatan komputer.

Tersangka pernah mengajak siswa-siswa untuk bergabung dengan menawarkan selebaran dan uang tunai Rp 50 ribu. (why)