Berkas Kasus Oknum Advokat Gelapkan Uang Diserahkan ke Jaksa

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Penyidik menuntaskan pemberkasan kasus dugaan penggelapan uang Rp 1,5 miliar dengan tersangka oknum advokat, TB. Kelengkapan berkas itu diteliti jaksa dapat diproses ke tahap selanjutnya.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti menyebutkan, berkas kasus itu dikirimkan ke jaksa pada Kejati NTB pekan lalu. “Berkas tersangka TB sudah dikirim ke JPU,” ujarnya Kamis, 23 Maret 2017 lewat pesan instan.

Ia menambahkan, pihaknya kini menunggu bagaimana hasil dari jaksa peneliti soal kelengkapan berkas yang telah dilimpahkan tahap I itu.

“Menunggu seperti apa petunjuk jaksa. Kalau ada yang kurang segera kita penuhi apa petunjuknya,” jelasnya.

Tersangka masih berada di Rutan Polda NTB, setelah sebelumnya penangguhan penahanan yang diajukan penasehat hukumnya ditolak penyidik.

Tersangka ditahan polisi sejak Senin (3/3), setelah dua kali panggilan tersangka tidak menunjukkan sikap kooperatif. Usai ditahan, tersangka kemudian mengajukan penangguhan.

Tersangka ditahan atas dugaan tindak pidana penggelapan dan atau penipuan seperti diatur dalam pasal 372 dan 378 KUHP. Tersangka diduga tidak menyerahkan uang yang diamanatkan kliennya senilai Rp 1,5 miliar.

Klien tersangka diminta menagih utang Rp 2 miliar terhadap pihak lain, Supardi atas tanah seluas 2 hektare di kawasan Senggigi, Batulayar Lobar. Utang sudah dibayar, tapi tidak disetorkan ke kliennya.

Uang sejumlah itu adalah kasus sengketa utang antara klien tersangka, Nina Monica dengan tergugat Supardi. Tersangka diberi kuasa Nina Monica untuk menyelesaikan permasalahan utang dengan Supardi senilai Rp 2 miliar.

Pemberian kuasa itu tertanggal 27 November 2013. Klien tersangka kemudian dipertemukan dengan Supardi hingga timbul kesepakatan damai.

Tersangka kemudian meminta tergugat untuk mencicil dua kali dengan kuitansi Rp 500 juta dan Rp 1,5 miliar. Usai mendapat bayaran, tersangka datang ke kliennya dan hanya mengaku baru dibayar Rp 500 juta.

Dikonfirmasi terpisah, penasehat hukum tersangka, Sahdan mengatakan akan melakukan upaya hukum lain soal kasus yang menjerat kliennya. Sebab menurut dia, pelapor atas nama Nina Monica tidak memiliki legal standing atas laporan itu. (why)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.