Penyidik Limpahkan Berkas Siti Aisyah

Mataram (Suara NTB) – Penyidik Subdit I Ditreskrimum Polda NTB menuntaskan pemberkasan kasus dugaan penodaan agama dengan tersangka Siti Aisyah. Penyidik melengkapi keterangan saksi dan penyitaan barang bukti terkait Rumah Mengenal Al-Qur’an.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti menjelaskan, penyidik Rabu, 8 Maret 2017 kemarin melimpahkan berkas tersebut ke jaksa Kejati NTB. “Pelimpahan tahap satu. Berkas tersangka Siti Aisyah,” ujarnya ditemui di ruang kerjanya.

Dalam berkas itu, lanjut dia, penyidik melampirkan BAP pemeriksaan tersangka, keterangan saksi siswa yang pernah diundang ke Rumah Mengenal Al-Qur’an di Jalan Bung Karno, selebaran ajakan, bukti alat elektronik, keterangan tes kejiwaan, serta keterangan ahli pidana, ahli bahasa, dan ahli agama.

“Barang bukti dan keterangan saksi dan ahli terkait dugaan tindak pidana penodaan agama pasal 156a KUHP,”

sebut Tri Budi.

Siti Aisyah ditetapkan sebagai tersangka, Rabu (22/2) lalu. Ia diduga menyebarkan ajaran menyimpang lewat Rumah Mengenal Al-Qur’an. Ia dijerat dengan pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.

Tersangka diduga menyebarkan ajarannya untuk hanya percaya kepada Al-Qur’an tanpa Al-Hadis. MUI NTB pun langsung bersikap dengan mennyatakan ajaran itu sesat. Modus-modus yang dilakukan Siti Aisyah yakni mengajak orang lewat situs web, serta mengundang orang ke rumahnya di ruko di Jalan Bung Karno, Pagutan, Mataram.

Bukti-bukti yang sudah diamankan pada saat penutupan tempat tersebut, antara lain selebaran berisi ayat-ayat suci, amplop berisi uang tunai, dan peralatan komputer. Tersangka pernah mengajak siswa-siswa untuk bergabung dengan menawarkan selebaran dan uang tunai Rp 50 ribu. (why)